5 Contoh Teks Negosiasi Membawa Sepeda Motor dan HP ke Sekolah
Contoh teks negosiasi larangan yang sering terjadi belakangan ini adalah negosiasi tentang larangan membawa sepeda motor dan HP ke sekolah.
Beberapa aktivitas ternyata adalah aplikasi dari contoh teks negosiasi larangan.
Dua di antaranya adalah larangan dalam membawa sepeda motor dan ponsel ke sekolah. Larangan ini biasanya ditetapkan oleh pihak sekolah. Ada berbagai alasan yang melatarbelakangi larangan sejenis ini.
Sebagai siswa, negosiasi bisa dilakukan dengan kalimat-kalimat tertentu yang persuasif. Seperti apa contohnya? Yuk, simak di bawah ini! 📖✍️
Daftar Isi
Contoh Teks Negosiasi Larangan Membawa Sepeda Motor dan HP ke Sekolah

Beberapa sekolah melarang muridnya membawa sepeda motor dan ponsel ke sekolah. Hal ini didasarkan pada beberapa alasan, yang tentunya demi keamanan para siswa sendiri.
Perhatikan beberapa contoh teks negosiasi tentang kedua larangan berikut ini!
Contoh 1
Berikut ini adalah contoh teks larangan membawa sepeda motor ke sekolah dengan solusi pemanfaatan bus sekolah.
Budi: “Teman-teman, pengumuman tentang larangan membawa sepeda motor itu sangat merugikan kita.
Jojo: “Benar. Kita jadi harus minta uang jajan tambahan karena harus menggunakan angkot untuk pulang-pergi.”
Yanto: “Benar, teman.”
Budi: “Tapi kamu, ‘kan, enak, To. Ada supir yang bisa mengantar dan menjemputmu.”
Kepala Sekolah: “Ada apa ini, anak-anak?”
Marco: “Eh, ini, Pak. Pemberitahuan Bapak saat upacara tadi, kami sepertinya agak keberatan. Kami merasa kerepotan dengan larangan itu. Kalau tidak membawa sepeda motor sendiri, kami jadi harus minta uang jajan tambahan.”
Budi: “Iya, Pak. Kasihanilah kami, Pak.”
Kepala Sekolah: “Begitu, ya?”
Budi: “Maaf, ya, Pak. Apakah keputusan itu sudah pasti?”
Kepala Sekolah: “Betul. Secepatnya peraturan itu akan diberlakukan.”
Marco: “Maaf, Pak, sekali lagi. Apa tidak bisa dilonggarkan saja? Misalnya memanfaatkan bus sekolah. Sekolah kita, ‘kan, punya tiga bus. Titik penjemputannya nanti dibagi tiga. Jadi, kami akan dijemput saja di titik-titik tertentu.”
Budi: “Iya, Pak. Ide bagus dari Marco, Pak.”
Kepala Sekolah: “Tapi itu butuh biaya operasional, Nak.”
Marco: “Benar, Pak. Tapi kita bisa bekerja sama dengan Pemerintah Kota dan mengirim surat pengajuan.”
Kepala Sekolah: “Benar juga. Itu ide bagus. Semoga pengajuan kita diterima. Bapak Wali Kota memang terkenal akan kepeduliannya dengan anak sekolah. Kami akan coba cara itu. Terima kasih atas usulannya, Nak.”
Contoh 2
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi larangan membawa motor ke sekolah, bernegosiasi agar diperbolehkan membawa sepeda motor bagi siswa yang sudah memiliki SIM.
Ketua OSIS: “Permisi, selamat pagi, Bu. Apakah boleh saya masuk?”
Kepala Sekolah: “Selamat pagi. Silakan masuk, ada keperluan apa menemui saya?”
Ketua OSIS: “Begini, Bu. Saya bermaksud untuk mewakili teman-teman kelas XI dan XII yang sudah memiliki SIM. Tentang larangan membawa sepeda motor, apakah ada kompensasi, Bu?”
Kepala Sekolah: “Oh, tentang itu. Larangan itu sebenarnya dibuat dengan tujuan meminimalisir tingkat kecelakaan siswa. Kamu tahu, ‘kan, sekolah juga harus bertanggung jawab atas keselamatan para siswanya. Karena itulah, saya membuat larangan tersebut.”
Ketua OSIS: “Sebenarnya, kami setuju, Bu. Tapi ada teman-teman yang sudah punya SIM. Ditambah, beberapa teman juga rumahnya jauh dan transportasi umum sangat sulit. Bagaimana kalau teman-teman diperbolehkan membawa motor jika sudah punya SIM? Apalagi yang kelas XII, karena kami sering pulang sore hari, karena ada les tambahan dari sekolah, Bu.”
Kepala Sekolah: “Apakah kamu sudah memikirnya dengan matang? Misalnya, bagaimana cara kami mengetahui siswa yang sudah punya SIM?”
Ketua OSIS: “Kami anggota OSIS akan berkoordinasi dan mendata, Bu. Lalu menyuruh mereka agar selalu membawa SIM. Oh iya, Bu. Sebelum masuk dan keluar, Pak Satpam akan mengecek kelengkapan surat-surat mereka, terutama SIM, Bu.”
Kepala Sekolah: “Ibu setuju dengan ide itu. Segeralah lakukan agar teman-teman kamu juga bisa sampai tepat waktu di sekolah. Pokoknya, jangan sampai berkendara dengan ugal-ugalan setelah Ibu beri kelonggaran seperti ini.”
Ketua OSIS: “Terima kasih, Bu. Saya akan segera mengkoordinasikan ini dengan anggota OSIS. Saya permisi dulu, Bu.”
Kepala Sekolah: “Sama-sama. Silakan.”
Contoh 3
Berikut ini adalah contoh teks negosiasi tentang larangan membawa ponsel.
Siswa: “Selamat pagi, Bu.”
Kepala Sekolah: “Selamat pagi. Ada apa, Nak?”
Siswa: “Begini, Bu. Saya ingin membicarakan tentang peraturan sekolah kita yang baru tentang larangan membawa HP.
Menurut kami, membawa HP justru penting karena kami bisa mengakses internet dengan mudah. Dengan internet, kami jadi bisa lebih mudah menyelesaikan tugas-tugas yang referensinya tidak ada di buku. Kalau memakai internet juga, kami jadi tidak butuh waktu yang lama.”
Kepala Sekolah: “Memang benar apa yang kamu bilang. Tapi kami membuat peraturan itu karena takut kalian akan memakai HP untuk hal-hal yang negatif. Belum lagi proses belajar-mengajar bisa saja terganggu.”
Siswa: “Tapi, menurut saya pribadi, kalaupun pihak sekolah mengizinkan, kami bisa menahan diri untuk tidak menggunakan HP dengan membuka hal negatif, Bu.”
Kepala Sekolah: “Baiklah, Ibu setuju dengan pengajuan kamu. Tapi, kalau ada yang ketahuan menggunakan HP-nya untuk hal negatif, sanksinya adalah HP itu disita sampai tamat, ya.”
Siswa: “Baik, Bu. Kami akan menuruti peringatan itu dan tidak akan melanggar. Terima kasih atas kesempatan yang Ibu berikan untuk mendengarkan pendapat kami. Kami akan memakai HP untuk hal-hal yang positif saja.”
Kepala Sekolah: “Iya, sama-sama.”
Halaman:



