39 Contoh Zat Aditif Alami dan Buatan pada Makanan beserta Perbedaan dan Penjelasannya
Rasa manis, asam, hingga asin yang kamu rasakan ternyata merupakan zat tambahan yang diberikan pada makanan maupun minuman, lho. Seperti apa sih zat-zat tambahan itu?
14. Carrageenan
Meskipun berasal dari sumber alami yaitu rumput laut, karagenan melalui proses pengolahan yang rumit, sehingga menghasilkan aditif buatan. Karagenan digunakan sebagai pengental dan penstabil dalam produk susu, seperti es krim dan yogurt.
15. Butilhidroksitoluen (BHT)
BHT biasanya ditemukan dalam produk seperti sereal, keripik, dan margarin. BHT adalah antioksidan buatan yang digunakan dalam makanan berlemak untuk mencegah oksidasi, menjaga rasa, dan memperpanjang umur simpan.
16. Sodium Stearoyl Lactylate
Zat aditif buatan ini digunakan sebagai pengemulsi dan penstabil dalam roti, makanan olahan, dan es krim. Zat ini membantu memperbaiki tekstur dan konsistensi makanan, terutama dalam produk yang dipanggang.
17. Azodikarbonamida
Salah satu contoh zat aditif buatan yang satu ini digunakan sebagai pemutih dan pengoksidasi dalam pembuatan roti. Azodikarbonamida akan membantu memperbaiki elastisitas adonan roti dan membuatnya lebih mudah diolah, tetapi penggunaannya masih kontroversial di beberapa negara.
18. Etil Vanili
Etil vanili adalah versi sintetis dari vanili alami dan digunakan sebagai pengganti yang lebih kuat dan lebih murah.
19. Polysorbate 80
Polysorbate 80 adalah pengemulsi buatan yang digunakan dalam berbagai produk seperti es krim, saus, dan salad dressing untuk mencegah pemisahan minyak dari air serta menjaga tekstur yang halus.
20. Calcium Propionate
Contoh zat aditif buatan yang terakhir adalah calcium propionate yang merupakan pengawet buatan untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada roti, kue, serta produk makanan lainnya.
Sama seperti bahan pengawet buatan lainnya, calcium propionate membantu memperpanjang umur simpan makanan yang dipanggang.
Penutup
Meskipun zat aditif buatan dirasa lebih ekonomis dan mudah didapat, tetapi penting diingat bahwa penggunaan yang berlebihan akan meningkatkan potensi risiko kesehatan jangka panjang, lho.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan label makanan yang memiliki kandungan contoh zat aditif alami dan buatan agar sesuai dengan kebutuhanmu, ya.

