60 Jenis Tanaman Obat Keluarga Herbal Alami (Toga)
Pasti masih banyak kawan-kawan yang belum tahu betul apa saja jenis tanaman obat keluarga, padahal manfaatnya begitu kaya. Simak penjelasannya di sini.
4. Tanaman Obat Keluarga Daun Kelor

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sudah menganjurkan setiap bayi dan anak-anak pada masa pertumbuhan untuk mengkonsumsi daun kelor.
Bahkan WHO sudah mengklaim bahwa pohon kelor sebagai pohon ajaib karena tanaman ini bisa menjadi obat yang murah tapi manjur.
Terutama dalam mencegah dan mengobati banyak penyakit, khususnya di negara-negara miskin.
Daun kelor juga bermanfaat untuk mengobati panas dalam dan demam, meningkatkan ketahanan alamiah tubuh, meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan serum kolesterol alami.
Daun kelor juga bisa meningkatkan fungsi normal hati dan ginjal, memudahkan pencernaan, memelihara sistem imunitas tubuh, mendukung kadar gula dalam tubuh dan lain sebagainya.
Daun kelor juga berkhasiat dalam menjaga keseimbangan nutrisi dalam tubuh. Daun kelor bisa mengatasi berbagai keluhan yang timbul karena kekurangan mineral dan vitamin.

Advertisement
Misalnya saja seperti kekurangan protein (rambut pecah-pecah), kekurangan vitamin C (pendarahan pada gusi gigi), kekurangan vitamin B3 (dermatitis);
Kekurangan vitamin A (gangguan pada penglihatan), kekurangan vitamin B2 (kulit kering dan pecah), kekurangan vitamin B1 (penyakit beri-beri);
Kekurangan Choline (penumpukan lemak pada liver), kekurangan zat besi (anemia) dan kekurangan kalsium (osteoporosis).
5. Tanaman Obat Keluarga Bayam Duri

Bayam duri masuk dalam daftar jenis tanaman herbal obat alami keluarga yang juga salah satu spesies dari genus Amaranthus.
Bayam duri tentunya berbeda dengan jenis bayam secara umum atau yang biasa dikonsumsi karena teksturnya yang sedikit kasar dan pastinya berduri.
Bayam duri ini banyak tumbuh liar di pekarangan rumah dan kebun-kebun.
Tidak sedikit orang yang masih menyepelekan tanaman ini. Padahal bayam duri memiliki banyak manfaat dan khasiat baik untuk kesehatan tubuh.
dr. Setiawan Dalimartha dalam majalah Trubus Agriwidya (1999) pernah menjelaskan bahwa bayam duri dapat digunakan untuk pengobatan bisul yang keras, melancarkan pengeluaran ASI, pengobatan gusi yang bengkak berdarah, kutil, ekzema, luka bakar dan bekas gigitan ular berbisa.
Bayam duri juga bisa digunakan untuk pengobatan gusi yang luka dan berdarah.
Caranya siapkan tanaman bayam duri secukupnya. Kemudian bakar dengan alas genteng untuk dijadikan bubuk. Setelah jadi bubuk, segera oleskan pada bagian yang sakit.
Tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengobati bisul. Caranya siapkan bayam duri segar secukupnya.
Cuci sampai bersih lalu digiling halus. Setelah itu campurkan madu secukupnya, tempelkan pada bagian kulit yang bisul lalu dibalut. Gantilah sebanyak dua kali sehari.
Untuk melancarkan produksi ASI kamu bisa siapkan 1 batang bayam duri, kemudian cuci sampai bersih lalu digiling halus. Pakai sebagai tapal disekitar payudara untuk melancarkan ASI.