13 Macam-macam Pengawet Makanan Lengkap dengan Tujuannya

13 Macam-macam Pengawet Makanan Lengkap dengan Tujuannya — Saat ini sangat mudah menemukan bahan makanan yang diberi tambahan bahan pengawet.

Memang, tidak semua bahan pengawet berbahaya. Oleh karena itu, kamu harus tahu apa saja macam-macam pengawet makanan yang masih bisa dikonsumsi dan yang berbahaya.

Pengertian Bahan Pengawet Makanan

reagent.co.uk

Saat ini, ada banyak macam-macam makanan yang mengandung pengawet.

Definisi dari bahan pengawet makanan, yaitu zat aditif yang memiliki manfaat untuk mempertahankan waktu pakai dari sebuah bahan makanan maupun produk. 

Zat aditif adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam bahan makanan dengan tujuan untuk meningkatkan rasa, tampilan, atau tekstur dari makanan.

Bahan pengawet ini akan membantu dalam menjaga kesegaran serta mencegah makanan tersebut agar tidak cepat busuk. Bahkan, bahan pengawet juga dapat menambah cita rasa dari masakan.

Sebuah bahan pengawet tertentu juga bisa menjaga rasa masakan yang diolah dengan cara dipanggang. Hal ini dikarenakan zat pengawet bisa mencegah perubahan lemak serta minyak dalam makanan ketika dimasak. 

Bahan pengawet yang terdapat di dalam buah segar juga dapat mempertahankan kesegaran.

Zat pengawet ini dapat mencegah daging buah berubah warna akibat dari paparan udara.

Mengapa Makanan Perlu Diawetkan?

Saat mendengar istilah pengawet makanan, pastinya kamu langsung berpikir mengenai zat berbahaya yang bisa menyebabkan hal buruk untuk tubuh. 

Makanan memiliki peran yang sangat penting sebagai sumber energi agar tubuh bisa digunakan beraktivitas dan membangun jaringan tubuh yang rusak.

Namun, makanan juga dapat menjadi media penyebaran penyakit, apalagi jika makanan tersebut sudah rusak. 

Makanan dan minuman bisa rusak akibat tercemar berbagai macam hal. Beberapa contohnya yaitu terkena cemaran rambut, kotoran lalat, bakteri, jamur, virus, sampai zat kimia beracun.

Sifat dari bahan pangan memang mudah rusak. Penyebabnya adalah kadar air yang ada di dalam zat pangan tersebut.

Semakin tinggi kadar air dalam makanan, kemungkinan bahan makanan tersebut rusak juga akan semakin besar. Bahan pangan yang rusak sebaiknya dihindari dan jangan dikonsumsi. 

Ciri dari makanan yang tercemar, yaitu mengalami perubahan rasa, warna, bau, maupun tekstur.

Oleh sebab itu, muncul sebuah upaya untuk mengawetkan makanan untuk memperpanjang hidupnya. Hal ini dilakukan dengan cara menurunkan kadar air makanan. 

Caranya bisa melalui pengeringan, penambahan senyawa pengikat air, serta membunuh mikroba yang bisa merusak pangan.

Macam-Macam Pengawet Makanan

Pernahkan kamu disuruh sebutkan macam macam pengawet makanan? Untuk lebih mudah, berikut penjelasan macam-macam pengawet makanan lengkap dengan penjelasannya.

1. Bahan Pengawet Makanan Buatan

Bahan pengawet buatan ini biasa dikenal sebagai pengawet sintetis. Jenis pengawet ini merupakan pengawet yang dikembangkan secara buatan oleh manusia.

Tujuannya untuk mencegah pembusukan yang diakibatkan oleh mikroorganisme tertentu. 

Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No. 36 Tahun 2013, terdapat beberapa jenis bahan pengawet makanan buatan yang aman untuk dikonsumsi.

Terdapat beberapa bahan kimia yang tergolong aman sesuai dengan BPOM dan memang umum ditemukan pada produk makanan.

2. Bahan Pengawet Makanan Alami

Fungsi dari bahan pengawet alami adalah untuk mencegah pembusukan makanan yang diakibatkan oleh mikroba, seperti ragi, bakteri, dan jamur.

Bahan pengawet alami ini tentunya aman untuk dikonsumsi dan lebih baik dibandingkan dengan bahan pengawet buatan.

Macam-Macam Pengawet Makanan Buatan

Mungkin kamu bertanya, apa saja macam pengawet makanan buatan? Berikut bahan pengawet buatan yang tergolong aman.

1. Asam Benzoat

Asam benzoat merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan untuk mengawetkan beberapa jenis makanan, misalnya bumbu dapur, salad dressing, saus, minuman ringan, sampai minuman beralkohol. 

Bentuk garam asam benzoat, yaitu kalium benzoat, natrium benzoat, serta kalsium benzoat yang lebih banyak dimanfaatkan sebagai pengawet. 

Terdapat sebuah penelitian bahwa asupan natrium benzoat bisa meningkatkan risiko hiperaktif pada anak dengan ADHD atau attention-deficit hyperactivity disorder.

2. Asam Sorbat

Asam sorbat secara alami bisa ditemukan dalam buah-buahan. Nama lain dari asam sorbat, yaitu kalium sorbat, natrium sorbat, serta kalsium sorbat.

Bahan kimia ini dipakai untuk mengawetkan produk makanan dari olahan susu, buah, keju, sayuran, sampai minuman ringan. 

Perlu dipahami bahwa pemakaian macam-macam pengawet makanan, termasuk asam sorbat secara berlebihan mungkin saja dapat memicu reaksi alergi ringan.

3. Asam Propionat

Asam propionat merupakan bahan pengawet makanan buatan yang memiliki fungsi mencegah pertumbuhan jamur dalam beberapa produk.

Contoh produk yang biasanya menggunakan pengawet ini adalah mayonnaise, minuman berbasi susu, serta salah dressing. 

Nama lain dari asam propionat, yaitu kalsium propionat, kalium propionat dan natrium propionat.

Pemakaian asam propionat yang berlebihan dapat memicu efek samping ringan, contohnya mual, sakit kepala, muntah, sampai diare.

4. Sulfit

Sulfit atau yang dikenal juga sebagai sulfur dioksida dipakai pada produk, misalnya selai, buah kering, saus, cuka, serta makanan ringan. 

Pada label di kemasan pengawet, pengawet ini dikenal sebagai, natrium sulfit, kalium sulfit, natrium bisulfit, kalium bisulfit, natrium metabisulfit, dan kalium metabisulfit.

Untuk beberapa orang, konsumsi sulfit ini bisa menimbulkan reaksi alergi.

5. Nitrit dan Nitrat

Bahan pengawet nitrit dan nitrat biasanya ditemukan dalam keju atau produk olahan daging lainnya.

Nitrat dan nitrit bisa membantu dalam mencegah pertumbuhan bakteri. Selain itu, kedua bahan ini juga dapat menambah rasa asin pada makanan. 

Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa bahan pengawet dari produk olahan daging dapat meningkatkan risiko kanker.

Walaupun begitu, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk membuktikan dari efek tersebut. 

Macam-macam pengawet makanan ini memang diketahui supaya kamu bisa lebih hati-hati.

6. Nisin

Secara alami, pengawet makanan nisin berasal dari Lactococcus lactis yang merupakan sejenis bakteri asam laktat uang bisa dijumpai dalam susu serta keju. Nisin aman dikonsumsi secara umum. 

Namun, nisin dinilai kurang efektif dalam mencegah mikroorganisme tertentu yang dapat mengakibatkan pembusukan makanan.

Konsumsi nisin secara berlebihan bisa menimbulkan efek samping ruam kulit, gatal, mual, dan muntah.

Macam-Macam Pengawet Makanan Alami

Berikut ini beberapa macam macam pengawet makanan alami yang banyak ditemukan, yaitu:

1. Gula

Gula menjadi salah satu bahan yang termasuk sebagai macam-macam pengawet makanan.

Gula mempunyai sifat osmosis yang dapat mengurangi kadar air. Tetapi, gula hanya efektif mengawetkan makanan pada kondisi kedap air, contohnya di dalam toples yang tertutup. 

Contoh pemakaian gula sebagai pengawet yaitu pada manisan buah. Supaya manisan basah tetap segar, buah dicampur dengan sirup gula. Selanjutnya, manisan akan disimpan di dalam toples. 

Untuk mengawetkan manisan kering, buah harus dimasak dengan gula sampai mengkristal dan tekstur buah menjadi keras.

2. Garam

Tidak hanya sekedar menambah cita rasa saja, garam juga memiliki manfaat untuk mengawetkan makanan.

Beberapa contohnya adalah ikan asin, telur asin, serta asinan. Garam menghambat pertumbuhan mikroba, caranya yaitu dengan menarik molekul air dalam makanan. 

Proses ini disebut juga sebagai osmosis. Proses ini akan mengurangi kadar air dalam makanan sehingga bakteri sulit berkembang biak. Namun, garam tidak bisa mencegah pertumbuhan dari semua mikroba. 

Walaupun dinilai aman, pemakaian garam yang berlebihan tentunya dapat merusak rasa makanan serta berisiko untuk kesehatan.

3. Cuka

Cuka adalah produk hasil fermentasi gula, contohnya cuka apel yang diperoleh dari olahan sari buah apel. 

Kandungan asam asetat yang ada di dalam cuka bertugas sebagai pengawet alami yang bisa menurunkan keasaman atau pH sehingga proses pembusukan makanan terhambat. Contohnya adalah acar.

4. Cabai

Mungkin banyak yang belum tahu bahwa cabai termasuk ke dalam macam-macam pengawet makanan alami.

Ketika dikonsumsi, cabai akan menghasilkan sensasi pedas. Makanan pedas juga diketahui bisa melawan bakteri serta membuat makanan menjadi segar lebih lama. 

Kamu bisa menambahkan cabai ke dalam masakan atau makanan untuk memperoleh sensasi pedas sekaligus membuat makanan awet lebih lama.

5. Bawang Putih

Siapa yang tidak mengenal bawang putih? Bawang putih biasanya selalu ada di dapur karena merupakan salah satu bahan untuk bumbu dasar.

Bawang putih memiliki banyak keunggulan, termasuk senyawa antimikroba yang bisa melawan pertumbuhan bakteri pada makanan. 

Untuk memakainya sebagai pengawet makanan. Kamu bisa menambahkan beberapa siung bawang putih ke dalam makanan.

6. Lemon

Lemon memiliki kandungan asam sitrat yang fungsinya untuk mengawetkan makanan secara alami.

Umumnya, tingkat keasamannya antara 3-6 yang masih aman untuk dikonsumsi.

Penambahan asam sitrat ke dalam makanan bisa menghambat pertumbuhan bakteri yang bisa memicu pembusukan. 

Biasanya, banyak orang menambahkan air perasan lemon untuk ikan atau daging supaya tahan lama ketika di simpan di dalam kulkas.

7. Rosemary

Di dalam ekstrak rosemary, terdapat kandungan asam carnosic dan asam rosmarinic.

Kedua kandungan ini diketahui bisa menghambat oksidasi lemak maupun minyak yang dapat menimbulkan bau busuk.

Oleh sebab itu, rosemary dipakai untuk mempersiapkan daging atau makanan lainnya.

Bahan Pengawet Berbahaya

Bahan pengawet makanan buatan yang sudah dijelaskan sebelumnya aman dipakai sesuai dengan batasan yang telah dianjurkan oleh BPOM.

Artinya, pemakaian bahan pengawet yang berlebihan dapat berbahaya untuk kesehatan. 

Berbeda dengan bahan pengawet yang boleh dikonsumsi, ada juga pengawet yang berbahaya dan dilarang ditambahkan ke dalam masakan atau makanan. Berikut bahan pengawet yang berbahaya.

1. Asam Borat atau Boraks

Pengawet ini biasanya dipakai untuk antijamur kayu, antiseptik, pembasmi kecoa, salep kulit, sabun, bahan deterjen, cat, pestisida, desinfektan, dan keramik.

Boraks ini sering dijumpai dalam makanan bakso, kerupuk, mie basah, pangsit, dan kerupuk. 

Tujuannya, yaitu supaya menambah kekenyalan. Nyatanya, boraks memiliki sifat beracun atau toksik untuk semua sel.

Apabila tertelan, apalagi dalam jumlah banyak bisa memberikan dampak negatif untuk ginjal, saraf, dan hati. 

Gejala yang timbul berupa tidak enak badan, sakit perut yang luar biasa, mual, muntah darah, pendarahan pada saluran cerna, demam, serta sakit kepala. 

Untuk jangka panjang, konsumsi boraks bisa meningkatkan risiko kanker, mengganggu hormon dan sistem reproduksi, dan fungsi kekebalan tubuh.

Sebenarnya, boraks tidak bisa dikatakan sebagai macam-macam pengawet makanan.

Alasannya boraks adalah pengawet berbahaya yang tidak boleh digunakan untuk makanan.

2. Formalin

Formalin yang termasuk macam macam pengawet adalah larutan tidak berwarna dengan bau yang tajam. Bahan ini bersifat antimikroba. 

Hal ini membuat formalin sering digunakan sebagai pembasmi serangga, bahan pembersih pakaian dan lantai, pupuk, kosmetik, dan pengawet mayat.

Ada banyak pedagang tidak bertanggung jawab yang menambahkan formalin pada ayam potong, ikan segar, tahu, dan mie basah. 

Senyawa ini bisa menyebabkan beberapa efek yang berbahaya, seperti reaksi alergi dan iritasi, mata berair, kemerahan, mual, sakit perut, muntah, pusing, dan sakit perut.

Formalin termasuk ke dalam senyawa, yaitu senyawa karsinogenik yang bisa meningkatkan kemungkinan kanker.

Walaupun ada macam-macam pengawet makanan buatan yang aman dikonsumsi, namun jangan sampai kamu mengkonsumsinya berlebihan.

Saat mengkonsumsi bahan pengawet secara berlebihan, ada kemungkinan meningkatkan berbagai efek buruk yang tidak diinginkan.

Itulah informasi mengenai macam-macam pengawet makanan yang penting untuk kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Jika kamu ingin membaca artikel lainnya yang menarik, kamu bisa kunjungi blog Mamikos Info, ya!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta