Mengenal Tes TPS UTBK SNBT Lengkap Dengan Contoh Soal Dan Pembahasan
TPS (Tes Potensi Skolastik) merupakan tes untuk mengukur kemampuan kognitif siswa berupa penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting.
44. Gagasan utama paragraf ke-2 bacaan di atas adalah …..
A. Pertimbangan dalam membeli rumah.
B. Alasan menjual rumah bukan perkara gampang.
C. Menjual rumah bukan perkara gampang.
D. Kendala saat menjual rumah.
E. Masalah-masalah yang dihadapi saat menjual rumah.
45. Kata menyurvei pada kalimat kedua paragraf terakhir wacana di atas bermakna …..
A. Menyelidiki
B. Memeriksa
C. Meninjau
D. Mengamati
E. Melihat
46. Ringkasan yang tepat dari wacana di atas adalah …..
A. Rumah adalah tempat tinggal dan komponen investasi yang dibeli murah hari ini dan bisa dijual mahal keesokan hari.
B. Menjual rumah memiliki banyak hambatan sehingga kita harus mempersiapkan banyak hal.
C. Rumah adalah komponen investasi yang dapat dijual mahal jika kita mampu mempersiapkan penjualan rumah dengan baik.
D. Rumah adalah komponen tempat tinggal dan komponen investasi. Menjual rumah bukanlah perkara gampang tetapi dapat diatasi jika kita memperhatikan beberapa hal, seperti harga pasaran properti, waktu menjual rumah, alasan menjual rumah, mencantumkan harga dengan jelas, dan mempersiapkan dokumen penting.
E. Rumah adalah komponen tempat tinggal dan komponen investasi. Menjual rumah dapat dilakukan dengan mudah jika memperhatikan harga pasaran properti, waktu menjual rumah, alasan menjual rumah, mencantumkan harga dengan jelas, dan mempersiapkan dokumen penting.
47. Isi bacaan di atas berkaitan dengan …..
A. Nilai rumah
B. Manfaat memiliki properti
C. Rumah sebagai komponen investasi
D. Masalah penjualan rumah
E. Pertimbangan dalam menjual rumah.
48. Kata properti dalam bacaan di atas memiliki makna sebagai berikut kecuali …..
A. Harta
B. Prasarana
C. Sarana
D. Simpanan
E. Aset
The following text is for question 49-52.
The cinema did not emerge as a form of mass consumption until its technology evolved from the initial “peepshow” format to the point where images were projected on a screen in a darkened theater. In the peepshow format, a film was viewed through a small opening in a machine that was created for that purpose. Thomas Edison‟s peepshow device, the Kinetoscope, was introduced to the public in 1894. It was designed for use in Kinetoscope parlors, or arcades, which contained only a few individual machines and permitted only one customer to view a short, 50-foot film at any one time. The first Kinetoscope parlors contained five machines.

