<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/contoh-studi-kasus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-studi-kasus/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Thu, 02 Apr 2026 09:59:29 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/contoh-studi-kasus/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</title>
            <category>Tips Kerja</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/</link>
            <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 02:29:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Lintang Filia</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Bagi Anda yang akan mengerjakan studi kasus PPG, wajib menyimak contohnya terlebih dahulu di artikel Mamikos kali ini. </p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/">3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Salah satu tugas yang harus diselesaikan oleh peserta PPG Dalam Jabatan adalah menyusun studi kasus.</p>



<p>Sebagai peserta, Anda diharapkan mampu menunjukkan kemampuan reflektif sebagai pendidik dalam menghadapi permasalahan nyata di kelas. Namun, tak sedikit guru yang merasa kesulitan saat membuatnya. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4dd.png" alt="📝" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<p>Nah sebagai panduan dan referensi, Mamikos telah menyiapkan contoh studi kasus PPG 2026 lengkap dengan cara membuatnya di artikel ini. Simak sampai selesai dan jangan ada bagian yang terlewat, ya. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f447-1f3fb.png" alt="👇🏻" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus PPG 2026</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg" alt="contoh studi kasus PPG 2026" class="wp-image-300104" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-720x480.jpg 720w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">Canva/@Ron Lach</figcaption></figure></div>

    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/latihan-soal-cpns-dan-jawabannya-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/latihan-soal-cpns-dan-jawabannya-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/latihan-soal-CPNS-2025-dan-jawabannya-720x480.png" alt="45 Latihan Soal CPNS 2026 dan Jawabannya, TIU, TKP dan TWK" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">45 Latihan Soal CPNS 2026 dan Jawabannya, TIU, TKP dan TWK</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Setelah memahami pengertian dan cara penyusunan studi kasus dalam PPG yang sudah Mamikos bahas, kini saatnya melihat langsung contoh yang bisa Anda jadikan referensi pembuatan. &nbsp;</p>



<p>Oh, ya, perlu diingat bahwa contoh studi kasus PPG 2026 di bawah ini bukan merupakan studi kasus yang nyata. Narasi ini Mamikos tulis sebagai ilustrasi dari berbagai kemungkinan yang bisa terjadi di kelas.</p>



<p>Tujuannya adalah memberikan gambaran tentang bagaimana menyusun studi kasus yang baik, dengan alur yang jelas, bahasa yang mengalir, dan muatan reflektif yang kuat.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/jawaban-soal-modul-3-4-pintar-kemenag-qna-jul-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/jawaban-soal-modul-3-4-pintar-kemenag-qna-jul-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/Jawaban-Soal-Modul-3.4-PINTAR-Kemenag-Pendayagunaan-Ekonomi-dan-SDM-di-Rumah-Ibadah-720x480.png" alt="Jawaban Soal Modul 3.4 PINTAR Kemenag Pendayagunaan Ekonomi dan SDM di Rumah Ibadah" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Jawaban Soal Modul 3.4 PINTAR Kemenag Pendayagunaan Ekonomi dan SDM di Rumah Ibadah</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 1 – Siswa Memiliki Tingkat Literasi Rendah</h3>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Permasalahan yang di hadapi</strong></h3>



<p>Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII, saya menghadapi tantangan besar yaitu rendahnya kemampuan literasi siswa. Masalah tersebut terlihat saat mereka diminta membaca teks naratif lalu menjawab pertanyaan pemahaman.</p>



<p>Ternyata banyak siswa yang kesulitan menemukan ide pokok, menyimpulkan isi bacaan, hingga memahami makna kata dalam konteks. Bahkan beberapa siswa enggan membaca teks panjang karena merasa lelah atau bingung dengan isi bacaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Upaya penyelesaian masalah</strong></h3>



<p>Langkah pertama yang saya lakukan adalah menggali penyebab rendahnya literasi melalui observasi dan wawancara ringan dengan siswa. Saya temukan bahwa sebagian siswa kurang terbiasa membaca karena akses bacaan yang terbatas dan minimnya kebiasaan membaca di rumah.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/download-aplikasi-exambppp-untuk-ujian-ppg-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/download-aplikasi-exambppp-untuk-ujian-ppg-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/Download-Aplikasi-EXAMBPPP-untuk-Ujian-PPG-720x480.jpg" alt="Download Aplikasi EXAMBPPP untuk Ujian PPG 2026 dan Panduan saat UTBK, Lengkap!" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Download Aplikasi EXAMBPPP untuk Ujian PPG 2026 dan Panduan saat UTBK, Lengkap!</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Setelah itu saya mencoba beberapa strategi berikut:</p>



<ul>
<li>Memilih teks bacaan pendek dan kontekstual yang sesuai dengan minat siswa, misalnya kisah inspiratif remaja, cerita rakyat lokal, atau fabel dengan ilustrasi.</li>



<li>Membiasakan membaca bersama di awal pembelajaran. Saya membacakan teks dengan intonasi dan ekspresi, lalu mengajak siswa membaca bergantian untuk meningkatkan keterlibatan mereka.</li>



<li>Menggunakan teknik jigsaw untuk melatih siswa bekerja sama memahami teks secara bertahap. Setiap kelompok memegang bagian teks dan saling menjelaskan kepada kelompok lain.</li>



<li>Membuat jurnal literasi mingguan, di mana siswa diminta menuliskan satu hal menarik dari bacaan yang mereka pilih sendiri dari sudut baca kelas.</li>



<li>Memberikan pertanyaan pemantik sederhana sebelum membaca, agar siswa lebih siap dan memiliki tujuan membaca yang jelas.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Hasil upaya</strong></h3>



<p>Setelah konsisten menerapkan strategi tersebut selama beberapa minggu, saya mulai melihat perubahan positif. Siswa menjadi lebih terbuka untuk mencoba membaca, dan beberapa bahkan mulai meminjam buku di sudut baca.</p>



<p>Saat diskusi kelas, mereka bisa mengungkapkan isi teks meskipun dengan kalimat sederhana. Kemampuan menyimpulkan bacaan meningkat, dan hasil latihan soal bacaan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Pengalaman berharga yang didapat</strong></h3>



<p>Saya belajar bahwa literasi bukan sekadar soal kemampuan teknis membaca, tapi juga tentang membangun rasa percaya diri dan minat siswa terhadap bacaan.</p>



<p>Memberi ruang yang nyaman, pendekatan yang tidak menghakimi, serta pemilihan teks yang relevan bisa membuka jalan bagi siswa untuk mulai mencintai membaca.</p>



<p>Pengalaman ini mengingatkan saya bahwa peningkatan literasi harus dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Setiap langkah kecil dari siswa patut diapresiasi, karena dari situlah semangat belajar akan tumbuh.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 2 – Kurangnya Media Pembelajaran</h3>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Permasalahan yang di hadapi</strong></h3>



<p>Ada satu momen yang masih saya ingat dengan jelas. Di tengah penjelasan saya tentang materi &#8220;konversi energi&#8221; pada pelajaran IPA, seorang siswa mengangkat tangan dan bertanya, “Bu, itu maksudnya energi gerak berubah jadi apa, sih? Saya nggak bisa ngebayangin.”</p>



<p>Pertanyaan itu sederhana, tapi mengena. Saya sadar, selama ini saya terlalu mengandalkan penjabaran verbal dan papan tulis, tanpa memberi visualisasi yang bisa diakses semua siswa.</p>



<p>Beberapa anak mungkin bisa membayangkan dari cerita, tapi yang lainnya butuh melihat langsung dan di situlah masalahnya, bahwa saya tidak punya media bantu yang memadai untuk menjembatani konsep abstrak menjadi sesuatu yang lebih konkret.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Upaya penyelesaian masalah</strong></h3>



<p>Alih-alih membeli alat peraga baru yang tentu butuh anggaran, saya mulai dari sesuatu yang bisa saya jangkau. Saya cari barang-barang bekas di rumah seperti dinamo kecil dari mainan rusak, sendok logam, baterai, dan kabel, yang saya rakit jadi alat demonstrasi konversi energi sederhana.</p>



<p>Waktu alat itu saya tunjukkan di kelas, ekspresi para siswa berubah. Ada yang langsung bersorak, ada yang maju ingin mencoba. Mereka bukan hanya menonton, tapi ikut terlibat.</p>



<p>Dari situ saya mulai mengajarkan <a href="https://mamikos.com/info/cara-membuat-media-pembelajaran-interaktif-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">cara membuat media pembelajaran</a> dan melibatkan mereka membuat alat peraga versi mereka sendiri dari benda sehari-hari. Beberapa kelompok bahkan merekam penjelasan mereka dan membuat video pendek. Saya bantu unggah di grup kelas agar bisa dilihat semua.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-tugas-refleksi-modul-pedagogik-topik-1-8-ppg-pai-kemenag-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tugas-refleksi-modul-pedagogik-topik-1-8-ppg-pai-kemenag-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/09/contoh-tugas-refleksi-modul-Pedagogik-topik-1-8-PPG-PAI-Kemenag-720x480.jpg" alt="Contoh Tugas Refleksi Modul Pedagogik Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2026" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Tugas Refleksi Modul Pedagogik Topik 1-8 PPG PAI Kemenag 2026</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Hasil upaya</strong></h3>



<p>Hasilnya tidak hanya terlihat dari meningkatnya skor ulangan harian, tapi dari sikap mereka selama pembelajaran. Siswa yang sebelumnya pasif jadi lebih aktif.</p>



<p>Mereka bertanya, berdiskusi, bahkan saling mengoreksi dengan cara yang asyik. Kelas tidak lagi sunyi seperti sebelumnya. Kali ini ramai karena mereka benar-benar terlibat.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Pengalaman berharga yang didapat</strong></h3>



<p>Saya belajar bahwa siswa tidak butuh guru yang sempurna, tapi guru yang mau berusaha mencari cara terbaik agar mereka bisa paham. Media pembelajaran ternyata tidak hanya alat-alat canggih, melainkan bagaimana kita menghidupkan pembelajaran itu sendiri.</p>



<p>Saya jadi semakin percaya bahwa ketika guru mau sedikit “turun tangan”, siswa akan lebih mudah membuka diri dan semangatnya pun tumbuh.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus 3 – Rendahnya Partisipasi Siswa dalam Diskusi Kelas</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Permasalahan yang dihadapi</h3>



<p>Dalam pembelajaran IPS kelas VIII, saya sering mengajak siswa berdiskusi tentang peristiwa sosial di sekitar mereka. Namun, setiap kali diskusi berlangsung, hanya beberapa siswa yang aktif berbicara, sementara sebagian besar lainnya memilih diam.</p>



<p>Bahkan ketika saya memberikan pertanyaan terbuka, banyak siswa menunduk, menghindari kontak mata, atau saling mendorong temannya untuk menjawab. Akibatnya, diskusi kelas tidak berjalan maksimal dan tujuan pembelajaran kurang tercapai.</p>



<p>Setelah saya amati, sebagian siswa merasa takut salah, kurang percaya diri, dan khawatir ditertawakan oleh teman-temannya jika jawabannya keliru.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Upaya penyelesaian masalah</h3>



<p>Untuk mengatasi masalah tersebut, saya mulai melakukan beberapa langkah berikut:</p>



<p>Saya menciptakan suasana kelas yang lebih aman dan suportif dengan menegaskan bahwa tidak ada jawaban yang salah selama disampaikan dengan sopan dan berdasarkan pemikiran sendiri.</p>



<p>Saya membagi siswa ke dalam kelompok kecil berisi 4–5 orang untuk melakukan diskusi awal sebelum berbicara di forum kelas. Dengan cara ini, mereka bisa berlatih menyampaikan pendapat terlebih dahulu dalam kelompok.</p>



<p>Saya menerapkan metode “think–pair–share”, yaitu siswa berpikir sendiri, berdiskusi dengan pasangan, lalu berbagi di depan kelas.</p>



<p>Saya memberikan apresiasi sederhana, seperti pujian verbal atau poin keaktifan, bagi siswa yang berani mencoba berbicara.</p>



<p>Saya juga menyiapkan pertanyaan bertahap, dari yang mudah hingga lebih menantang, agar siswa tidak merasa langsung terbebani.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Hasil upaya</h3>



<p>Setelah beberapa kali pertemuan, suasana diskusi mulai berubah. Siswa yang sebelumnya pasif mulai berani menyampaikan pendapat, meskipun masih singkat dan sederhana.</p>



<p>Diskusi kelompok menjadi lebih hidup, dan ketika masuk ke diskusi kelas, jumlah siswa yang aktif meningkat. Mereka juga terlihat lebih saling menghargai pendapat teman.</p>



<p>Nilai tugas berbasis diskusi pun menunjukkan peningkatan, karena siswa lebih memahami materi melalui proses bertukar pikiran.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Pengalaman berharga yang didapat</h3>



<p>Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa rendahnya partisipasi siswa bukan selalu karena mereka tidak mampu, tetapi karena belum merasa aman dan percaya diri.</p>



<p>Sebagai guru, saya perlu menjadi fasilitator yang membangun iklim belajar positif, bukan hanya penyampai materi. Memberi ruang untuk mencoba, salah, dan belajar bersama ternyata sangat penting dalam membentuk keberanian siswa.</p>



<p>Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keaktifan siswa tumbuh ketika mereka merasa dihargai dan didukung sepenuh hati.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Dimaksud dengan Studi Kasus PPG?</h2>



<p>Studi kasus PPG adalah salah satu bentuk tugas yang mengajak guru untuk bercerita tentang pengalaman nyata saat mengajar.</p>



<p>Isinya bisa bermacam-macam, tapi biasanya berangkat dari satu masalah yang muncul di kelas, lalu diceritakan bagaimana guru menghadapinya, apa hasilnya, dan pelajaran apa yang dapat diambil dari pengalaman tersebut.</p>



<!--nextpage-->



<p>Melalui studi kasus ini, guru tidak hanya menunjukkan apa yang mereka lakukan, tapi juga bagaimana cara berpikir saat menghadapi tantangan.</p>



<p>Studi kasus PPG juga bisa menjadi semacam ruang untuk refleksi untuk melihat kembali apa yang sudah berjalan baik, apa yang belum, dan apa yang bisa diperbaiki ke depannya.</p>



<p>Lalu apa saja sih yang dibahas dalam contoh studi kasus PPG 2026 yang nanti akan Mamikos berikan? Nah, yang dibahas dalam studi kasus biasanya meliputi empat hal penting, yaitu:</p>



<ul>
<li>Apa masalah yang muncul saat pembelajaran.</li>



<li>Apa yang dilakukan untuk mengatasinya.</li>



<li>Hasil yang terlihat setelah upaya dilakukan.</li>



<li>Pengalaman berharga yang didapat dari proses tersebut.</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Membuat Studi Kasus PPG</h2>



<p>Selanjutnya agar studi kasus dalam proses PPG berjalan dengan baik dan dapat dinilai secara optimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.</p>



<p>Sebelumnya perlu diingat bahwa studi kasus yang baik tidak hanya menceritakan pengalaman mengajar, tetapi juga menunjukkan kemampuan reflektif dan pemahaman yang lebih terhadap proses pembelajaran.</p>



<p>Sebagai panduan pembuatan studi kasus PPG 2026, berikut beberapa langkah yang dapat diikuti:</p>



<h4 class="wp-block-heading">1. Mulailah dari permasalahan yang benar-benar terjadi di kelas</h4>



<p>Pertama, pilih satu situasi atau tantangan yang pernah Anda alami sendiri saat mengajar. Permasalahan tersebut bisa berkaitan dengan rendahnya minat belajar siswa, kurangnya media pembelajaran, kesulitan memahami konsep, atau hal lain yang relevan.</p>



<p>Hindari membuat kasus yang terlalu umum atau tidak memiliki konteks yang jelas, karena hal tersebut akan menyulitkan saat menjelaskan langkah-langkah penyelesaiannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">2. Jelaskan upaya penyelesaian secara runtut dan masuk akal</h4>



<p>Kemudian tuliskan apa saja yang telah Anda lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sampaikan secara mengalir, mulai dari hal yang paling awal dilakukan, pertimbangan dalam memilih strategi, hingga pelaksanaan di kelas.</p>



<p>Hindari hanya menyebutkan teori atau pendekatan secara singkat, ya, tetapi tunjukkan bagaimana hal itu benar-benar diterapkan dalam situasi nyata.</p>



<h4 class="wp-block-heading">3. Tunjukkan hasilnya baik secara proses maupun dampaknya</h4>



<p>Bagian ini penting untuk menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan memiliki dampak. Hasil yang disampaikan tidak selalu harus berupa peningkatan nilai, tetapi bisa juga berupa perubahan perilaku belajar, meningkatnya partisipasi siswa, atau suasana kelas yang menjadi lebih kondusif.</p>



<p>Intinya, bisa disimpulkan bahwa semakin konkret hasil yang ditunjukkan, maka semakin kuat pula kualitas studi kasus tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">4. Tutup dengan refleksi pribadi yang jujur dan bermakna</h4>



<p>Selanjutnya sampaikan apa yang Anda pelajari dari pengalaman tersebut. Refleksi yang baik akan menunjukkan bahwa Anda mampu mengambil pelajaran dari situasi yang dihadapi dan siap untuk terus berkembang sebagai pendidik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">5. Gunakan bahasa yang jelas, mengalir, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan</h4>



<p>Terakhir, pastikan penulisan studi kasus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, namun tetap terasa alami dan tidak kaku. Jangan gunakan istilah-istilah teknis yang terlalu berat, kecuali memang relevan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Demikian pembahasan Mamikos kali ini tentang contoh studi kasus PPG 2026 dan bagaimana cara membuatnya yang benar. Semoga artikel ini membantu proses Anda, ya.</p>



<p>Jangan lupa mampir ke blog Mamikos untuk mendapatkan berbagai tips hingga <a href="https://mamikos.com/info/contoh-soal-ukpppg-kry/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">contoh soal UKPPPG 2026</a> terbaru. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f609.png" alt="😉" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>


<div class="wp-block-ub-content-toggle" id="ub-content-toggle-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b" data-mobilecollapse="true" data-desktopcollapse="true">
<div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion" id="ub-content-toggle-panel-block-0fe2f41d-da51-4442-925e-8d10f5df1893">
                <div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title-wrap"" aria-controls="ub-content-toggle-panel-0-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b" tabindex="0">
                    <p class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-title ub-content-toggle-title-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b"><strong>Referensi:</strong></p><div class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-toggle-wrap right"><span class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-state-indicator wp-block-ub-chevron-down"></span>
                    </div></div><div role="region" aria-expanded="false" class="wp-block-ub-content-toggle-accordion-content-wrap ub-hide" id="ub-content-toggle-panel-0-a2906be2-2559-4102-82ec-2f4395923a5b">

<p>Contoh Studi Kasus PPG 2025 Batas 500 Kata, Cocok untuk Guru SD-SMA [Daring]. Tautan: https://www.detik.com/sulsel/berita/d-8030743/contoh-studi-kasus-ppg-2025-batas-500-kata-cocok-untuk-guru-sd-sma</p>



<p>4 Contoh Studi Kasus PPG 2025 Masalah Media, LKPD, Strategi Pembelajaran, dan Penilaian [Daring]. Tautan: https://www.tribunnews.com/pendidikan/2025/07/29/4-contoh-studi-kasus-ppg-2025-masalah-media-lkpd-strategi-pembelajaran-dan-penilaian?page=4</p>



<p>Contoh Studi Kasus PPG [Daring]. Tautan: https://id.scribd.com/document/793771495/CONTOH-STUDI-KASUS-PPG</p>

</div></div>
</div>


<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjogja" target="_blank">Kost Jogja Murah<br></a><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosjakarta" target="_blank">Kost Jakarta Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bandung-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbandung" target="_blank">Kost Bandung Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-denpasar-bali-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosdenpasar" target="_blank">Kost Denpasar Bali Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossurabaya" target="_blank">Kost Surabaya Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossemarang" target="_blank">Kost Semarang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmalang" target="_blank">Kost Malang Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikossolo" target="_blank">Kost Solo Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-bekasi-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosbekasi" target="_blank">Kost Bekasi Murah</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-medan-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosmedan" target="_blank">Kost Medan Murah</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-ppg-kry/">3 Contoh Studi Kasus PPG 2026 dan Cara Membuatnya agar Lulus UKPPPG</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025.jpg" length="285042" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2025/07/contoh-studi-kasus-PPG-2025-480x480.jpg" width="480" height="480" />
        </item>
                    <item>
            <title>5+ Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya, Pengertian, Jenis, dan Tujuannya</title>
            <category>Edukasi</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-pljr/</link>
            <pubDate>Wed, 29 Oct 2025 10:02:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Mamikos</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Menemukan contoh studi kasus tentu bukan istilah baru bagi para pelajar maupun mahasiswa, terutama ketika ada tugas menyusun karya ilmiah.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-pljr/">5+ Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya, Pengertian, Jenis, dan Tujuannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p><span class="tadv-format-panel">Menemukan contoh studi kasus tentu bukan istilah baru bagi para pelajar maupun mahasiswa, terutama ketika menyusun karya ilmiah.</span></p>



<p><span class="tadv-format-panel">Mahasiswa akhir dengan metode skripsi kualitatif pasti banyak memasukkan studi kasus dalam penelitiannya. </span>Selain itu, pada <a href="https://mamikos.com/info/macam-metode-penelitian-serta-contohnya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">metode penelitian</a> kuantitatif juga sama-sama menggunakannya.</p>



<p>Studi kasus melibatkan langsung para peneliti dalam menganalisis kasus sehingga penelitian tersusun secara lebih akurat. <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f4d6.png" alt="📖" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/1f60a.png" alt="😊" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/14.0.0/72x72/2728.png" alt="✨" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter"><img decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya.jpg" alt="﻿Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya, Pengertian, Jenis, dan Tujuannya" class="wp-image-195665" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">unsplash.com/@joszczepanska</figcaption></figure></div>


<p>Contoh, beberapa bidang yang menggunakan studi kasus adalah sosial, budaya, pendidikan, kewirausahaan, pemberdayaan masyarakat, dan masih banyak lainnya. </p>



<p>Pastinya tiap <a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/contoh-karya-ilmiah/" target="_blank">karya ilmiah</a> memiliki studi kasus berbeda-beda, sesuai dengan tujuan dan tema penelitiannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Definisi Studi Kasus yang Perlu Diketahui</strong></h2>



<p>Masuk ke pengertian studi kasus artinya proses penyelidikan secara terperinci dan mendalam serta detail terhadap segala peristiwa yang terjadi. </p>



<p>Metode penelitian bidang ilmu sosial maupun eksak pasti membutuhkan langkah ini ketika menyusun penelitiannya.</p>



<p>Studi merupakan cara bagaimana segala sesuatu terjadi, sementara kasus bisa merujuk pada berbagai hal. </p>



<p>Misal jika objeknya manusia maka kasusnya manusia perorangan atau per kelompok. Jika objeknya benda maka kasusnya ada pada benda. Bisa juga kasusnya peristiwa.</p>



<p>Menurut kamus Oxford, jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka case memiliki tiga jenis makna, diantaranya:</p>



<ol>
<li>Contoh sebuah kejadian.</li>



<li>Kondisi aktual dari keadaan lain.</li>



<li>Lingkungan maupun kondisi tertentu melibatkan orang maupun segala sesuatu.</li>
</ol>



<p>Akan jauh lebih mudah memahami apa itu contoh studi kasus ketika terlibat langsung dengan alasan skripsi maupun penelitian lainnya. </p>



<p>Biasanya tidak perlu menunggu sampai ke bangku perkuliahan, dari SMA juga sudah bisa mulai mengenal seperti apa karya ilmiah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Menurut Pendapat Para Ahli</strong></h2>



<p>Selain pengertian secara global, kami juga akan membahas pengertian studi kasus berdasarkan ahli dimana semua berpendapat beragam.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Bogdan dan Biklen</strong></h3>



<p>Bogdan dan Biklen memberikan definisi bahwa tes rinci dan detail terkait sebuah topik adalah definisinya. </p>



<p>Selain itu detail tersebut juga dapat dilakukan pada peristiwa tertentu serta penyimpanan dokumen berkaitan dengan karya ilmiah.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Polit dan Hungler</strong></h3>



<p>Polit dan Hungler lebih menekankan pada individu. </p>



<p>Dimana mereka berpendapat bahwa fokus menentukan dinamika pertanyaan terkait alasan individu berpikir dan bertindak. Keduanya sepakat bahwa fokus adalah hal paling penting.&nbsp;</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Bimo Walgito</strong></h3>



<p>Bimo Walgito juga menekankan contoh studi kasus pada penyelidikan terhadap individu yang nantinya menghasilkan <a rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)" href="https://mamikos.com/info/cara-membuat-kesimpulan-otomatis-secara-online-mudah-dan-cepat-mhs/" target="_blank">kesimpulan</a> ilmiah berupa laporan. </p>



<p>Sebut saja biografi dan riwayat hidup sebagai bentuk hasil akhir atau laporan setelah dilakukannya penelitian.</p>



<p>Masih banyak lagi pendapat ahli terkait studi kasus jika dijabarkan satu per satu. </p>



<p>Setidaknya beberapa definisi di atas cukup membantu kamu dalam memahami secara teoritis apa itu studi kasus dan bagaimana peranan singkatnya dalam dunia pembuatan karya ilmiah.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Aplikasinya pada Beberapa Karya Ilmiah</strong></h2>



<p>Supaya lebih jelas terkait contoh studi kasus, kami merangkum singkat saja ilustrasi dalam beberapa jenis karya ilmiah berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Pada Skripsi</strong></h3>



<p>Skripsi adalah karya ilmiah mahasiswa tingkat akhir yang melibatkan studi kasus untuk penyusunannya. </p>



<p>Biasanya dijabarkan singkat dalam bab pembukaan, dimana tersusun atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, manfaat penelitian, dan hasil penelitian singkat.</p>



<p>Contoh sederhananya begini:</p>



<ol>
<li>Latar Belakang		: Menurut data dari BPS tahun 2010, penduduk Indonesia mencapai 237.641.326 jiwa. Berdasarkan angka tersebut, output sampah yang dihasilkan juga memiliki intensitas yang besar. Data Deputi Pencemaran KLH menyebutkan, setiap individu rata-rata menghasilkan 0,8 kilogram sampah dalam satu hari dan 15% merupakan sampah plastik, dan seterusnya….</li>



<li>Rumusan Masalah	: Bagaimana mengelola sampah di Kota Bandung?</li>



<li>Tujuan Penulisan	: Mengetahui pengelolaan sampah di kota Bandung.</li>



<li>Manfaat Penelitian	: Mengedukasi masyarakat untuk mengelola sampah menjadi barang berharga.</li>
</ol>



<p>Nanti dari berbagai poin di atas dapat menjadi rujukan dibentuknya contoh studi kasus berupa kesimpulan ilmiah. </p>



<p>Berbagai data yang disebutkan dalam skripsi berdasarkan tanggung jawab keilmuan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Pada Artikel Ilmiah</strong></h3>



<p>Untuk artikel, sebagai salah satu contoh studi kasus disusun atas pembukaan, isi, dan penutup.</p>



<p>Panjang artikel tergantung pada seberapa banyak materi bisa dibahas dari kasus tertentu. Semakin pelik maka seharusnya semakin panjang artikel menjabarkan kasusnya.</p>



<p>Contoh sederhananya seperti di bawah ini.</p>



<p class="has-very-light-gray-background-color has-background">Sistem hukum Indonesia tentang pelecehan seksual, terutama perlindungan terhadap wanita masih minim. <br><br>Hal tersebut terbukti dengan masih adanya proses hukum mangkrak apabila ada kasus pemerkosaan, apalagi jika pelakunya adalah keluarga atau ayah sendiri.<br><br>Dibutuhkan solusi tepat dari semua pihak, paling penting peranan pemerintah dalam menetapkan aturan resmi. <br><br>Sementara lingkungan sosial juga harus mengerti dan tidak boleh mengolok-olok karena dapat menyebabkan trauma berkepanjangan pada pikiran korban.</p>



<p>Kamu bisa menambah narasi lagi, namun kurang lebih paparannya seperti contoh studi kasus di atas. <br><br>Intinya, ada permasalahan berdasarkan fakta kemudian dari permasalahan tersebut dicari solusi terbaik sebagai bahan masukan atau bahkan landasan kebijakan baru.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-kerangka-karangan-ilmiah-mhs/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-kerangka-karangan-ilmiah-mhs/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/01/contoh-kerangka-karangan-500x333.jpg" alt="6 Contoh Kerangka Karangan Ilmiah Sederhana dan Cara Menyusunnya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">6 Contoh Kerangka Karangan Ilmiah Sederhana dan Cara Menyusunnya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Pada Penelitian</strong></h3>



<p>Berikutnya ada penelitian yang memanfaatkan sumber penulisan melalui terjun langsung ke lapangan. </p>



<p>Contohnya, permasalahan bank sampah di kota Bandung dimana akar permasalahannya bersumber dari tersebarnya sampah di mana-mana dan sangat kotor.</p>



<p>Bicara soal detail contoh studi kasus tentu akan menghasilkan bentuk berbeda-beda. Tidak bisa satu peneliti mencontek penelitian lain dengan alasan sebagai sumber. </p>



<p>Sejatinya tidak ada penelitian yang sama karena karya ilmiah murni berdasarkan hasil kerja sendiri.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading">Tambahan Contoh Studi Kasus</h2>



<h3 class="wp-block-heading">1. Dampak Kecanduan Gawai terhadap Prestasi Akademik Remaja</h3>



<p class="has-background" style="background-color:#00001212">Rafi, seorang siswa kelas XI di salah satu SMA di Bandung, mengalami penurunan drastis dalam prestasi akademiknya selama dua tahun terakhir. Sebelumnya, Rafi dikenal sebagai siswa berprestasi yang selalu berada di peringkat tiga besar. Namun, sejak memiliki ponsel pintar pribadi, ia lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain game online dan bersosialisasi di media sosial hingga larut malam.<br><br>Guru dan orang tuanya menyadari perubahan perilakunya: ia sering mengantuk di kelas, sulit fokus saat pelajaran, dan sering lupa mengerjakan tugas sekolah. Setelah dilakukan wawancara dan observasi oleh guru BK, diketahui bahwa rata-rata waktu penggunaan gawainya mencapai 10 jam per hari.<br><br>Setelah mendapatkan bimbingan konseling dan pembatasan waktu penggunaan gawai dari orang tua, Rafi perlahan mampu mengatur kembali waktu belajarnya. Dalam waktu tiga bulan, nilainya meningkat dan ia mulai kembali aktif dalam kegiatan sekolah. Kasus Rafi menunjukkan bagaimana kecanduan gawai dapat memengaruhi prestasi akademik remaja, namun juga bagaimana dukungan keluarga dan sekolah berperan penting dalam pemulihannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Resiliensi Anak Korban Perceraian Orang Tua</h3>



<p class="has-background" style="background-color:#00001212">Salsa, siswi kelas IX SMP di Surabaya, menjadi korban dampak perceraian orang tuanya sejak usia 12 tahun. Setelah perpisahan, ia tinggal bersama ibunya dan jarang bertemu ayahnya. Awalnya, Salsa menunjukkan perubahan perilaku signifikan: sering murung, menolak berinteraksi dengan teman, dan prestasinya menurun.<br><br>Guru BK kemudian mengajaknya mengikuti kegiatan konseling kelompok di sekolah yang membahas manajemen emosi dan penerimaan diri. Selama enam bulan, Salsa menunjukkan perkembangan positif. Ia mulai terbuka kepada teman-temannya, kembali aktif di kegiatan ekstrakurikuler, dan bahkan berhasil meraih peringkat lima besar di kelas.<br><br>Kasus ini menggambarkan bahwa resiliensi emosional pada anak korban perceraian dapat tumbuh melalui dukungan sosial yang tepat dan lingkungan sekolah yang suportif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Dampak Bullying terhadap Kesehatan Mental Siswa SMP</h3>



<p class="has-background" style="background-color:#00001212">Dina adalah siswi kelas VIII di salah satu SMP di Yogyakarta. Selama hampir satu tahun, ia menjadi korban perundungan verbal dan fisik oleh teman sekelasnya karena penampilan fisiknya. Akibatnya, Dina menjadi pendiam, kehilangan semangat belajar, dan sering izin tidak masuk sekolah.<br><br>Orang tua Dina yang menyadari perubahan perilakunya segera melapor ke pihak sekolah. Setelah dilakukan penanganan oleh guru BK, serta pelibatan psikolog anak, Dina menjalani terapi konseling mingguan. Sekolah juga mengadakan program anti-bullying yang melibatkan seluruh siswa dan guru.<br><br>Setelah enam bulan, Dina menunjukkan pemulihan signifikan. Ia kembali bersemangat belajar, bergabung dalam klub seni, dan menjadi contoh bagi teman-temannya dalam melawan perundungan. Studi kasus ini menunjukkan bahwa penanganan cepat dan dukungan lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap pemulihan korban bullying.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Adaptasi Mahasiswa Baru di Lingkungan Perguruan Tinggi</h3>



<p class="has-background" style="background-color:#00001212">Bayu, mahasiswa baru dari luar kota yang kuliah di universitas ternama di Jakarta, mengalami kesulitan beradaptasi pada semester pertama. Ia merasa tertekan oleh budaya kompetitif dan gaya hidup kota besar yang berbeda jauh dari daerah asalnya. Hal ini membuatnya merasa kesepian dan sulit berkonsentrasi belajar.<br><br>Setelah mengikuti program orientasi kampus dan bergabung dengan komunitas daerah, Bayu mulai menemukan teman-teman yang memiliki latar belakang serupa. Dukungan sosial yang ia dapatkan membantu meningkatkan rasa percaya diri dan motivasinya. Pada akhir semester pertama, IPK-nya meningkat dari 2,75 menjadi 3,35.<br><br>Kasus ini menunjukkan bahwa adaptasi mahasiswa baru terhadap lingkungan akademik dan sosial yang baru sangat dipengaruhi oleh kemampuan membangun jaringan sosial serta dukungan komunitas.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Perubahan Perilaku Anak setelah Mengikuti Program Literasi Sekolah</h3>



<p class="has-background" style="background-color:#00001212">Anisa, siswi kelas IV SD di Semarang, awalnya memiliki minat baca yang sangat rendah. Ia lebih suka bermain di luar rumah daripada membaca buku. Namun, sejak sekolahnya menerapkan program “15 Menit Membaca Sebelum Pelajaran Dimulai”, perilakunya berubah.<br><br>Guru kelas mencatat bahwa dalam waktu dua bulan, Anisa mulai membawa buku bacaan sendiri, aktif berdiskusi mengenai isi buku, dan menunjukkan peningkatan kemampuan menulis. Nilai Bahasa Indonesianya meningkat signifikan dari 72 menjadi 90.<br><br>Kasus ini membuktikan bahwa program literasi sekolah yang konsisten mampu meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, dan prestasi belajar siswa secara menyeluruh.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Tujuan dari Penyusunan Studi&nbsp;Kasus</strong></h2>



<p>Melirik sedikit perihal ketiga contoh di atas, kini kami beritahukan apa saja tujuan penyusunan studi kasus dalam karya ilmiah. </p>



<p>Karena kegiatannya meneliti maka secara tepat peneliti akan memahami objek sampai ke akarnya selama penelitian dilakukan seksama.</p>



<p>Peneliti tidak asal memilih objek penelitian, biasanya yang dekat dengan kehidupan sosial sehingga dampaknya juga akan terasa oleh para responden. </p>



<p>Contoh, dari pengelolaan sampah tadi bukan hanya membantu karya ilmiah secara teori, namun secara praktik.</p>



<p>Jika masyarakat bisa diajak bekerja sama untuk mengentaskan sampah di Bandung maka mudah sekali mengaplikasikan solusi dari hasil akhir penelitian tentang sampah. Jika dirangkum dalam bentuk poin maka tujuan studi kasus meliputi:</p>



<ol>
<li>Jika yang melakukan psikolog maka tujuannya mengetahui pikiran, sikap, perilaku, serta pemikiran manusia secara kognitif sebagai individu.</li>



<li>Jika pelakunya adalah sosiolog maka objek penelitian sama, yakni manusia, namun perbedaannya dengan psikolog adalah sosiolog ini lebih mengarah ke interaksi antar manusia.</li>



<li>Jika pelakunya seorang ilmuwan maka didapati contoh studi kasus mengenai kelahiran teori baru sesuai dengan bidangnya masing-masing.&nbsp;</li>
</ol>



<p>Jika ditelisik detail, tujuan masing-masing peneliti berbeda, namun intinya satu. Yakni, memecahkan permasalahan secara ilmiah.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Macam-macam Studi Kasus yang Perlu Diketahui</strong></h2>



<p>Sebagai bentuk ilmu pengetahuan, kamu bisa membedakan jenis-jenis studi kasus berdasarkan beberapa perbedaan berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Eksplanatori</strong></h3>



<p>Eksplanatori digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa berdasarkan dasar pertanyaan mengapa dan bagaimana. </p>



<p>Meskipun kesannya seperti sebuah pendapat, namun ketika menggunakan sumber akurat maka tulisan peneliti akan diakui sebagai tulisan ilmiah.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Eksploratori</strong></h3>



<p>Eksploratori menjawab dua pertanyaan penting terkait apa dan siapa melalui wawancara, eksperimen, dan kuesioner.</p>



<p>Memanfaatkan narasumber langsung sebagai jawaban studi kasus merupakan hasil yang dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan oleh pemilik karya ilmiah.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-kalimat-reproduktif-tidak-ambigu-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-kalimat-reproduktif-tidak-ambigu-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/Contoh-Kalimat-Reproduktif-dan-Tidak-Ambigu-dalam-Karya-Ilmiah-500x334.jpg" alt="Contoh Kalimat Reproduktif dan Tidak Ambigu dalam Karya Ilmiah" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Kalimat Reproduktif dan Tidak Ambigu dalam Karya Ilmiah</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Deskriptif</strong></h3>



<p>Terakhir ada jenis deskriptif, dimana contoh studi kasus ini menjabarkan secara rinci kejadian masa lalu, seperti contohnya sejarah.</p>



<p>Kamu bisa mengambil ilustrasi kejadian perang sebelum kemerdekaan dengan menjabarkan alur kejadian sesuai dengan waktunya.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berdasarkan Permasalahan pada Penelitiannya</strong></h2>



<p>Masih seputar macam-macam studi kasus, hanya saja kali ini kategorinya berdasarkan permasalahan penelitian. </p>



<p>Adapun beberapa contoh studi kasus yang dimaksud adalah:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Instrumen Tunggal</strong></h3>



<p>Instrumental tunggal artinya hanya menelaah satu jenis kasus dalam sebuah entitas. </p>



<p>Dari instrumen tunggal tersebut, peneliti dapat menjabarkan detail terkait objek penelitian yang secara tertulis disusun dalam dokumentasi karya ilmiah dari pembukaan sampai penutup.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-latar-belakang-makalah-skripsi-proposal-juga-penelitian-lengkap/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-latar-belakang-makalah-skripsi-proposal-juga-penelitian-lengkap/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/06/Contoh-Latar-Belakang-Makalah-Skripsi-Proposal-Juga-Penelitian-Lengkap-500x333.jpg" alt="6 Contoh Latar Belakang Makalah, Skripsi, Proposal Juga Penelitian Lengkap" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">6 Contoh Latar Belakang Makalah, Skripsi, Proposal Juga Penelitian Lengkap</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Instrumen Jamak</strong></h3>



<p>Berkebalikan dari instrumen tunggal, instrumen jamak memanfaatkan banyak kasus untuk menyelesaikan penelitian.</p>



<p>Biasanya tindakan seperti ini dilakukan karena dari satu instrumen saja tidak cukup menjawab pertanyaan dan permasalahan tersusun pada awal penelitian.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Instrumen Mendalam</strong></h3>



<p>Lebih dalam lagi, instrumen ini hanya membahas satu objek, namun saking mendalamnya bisa sangat panjang, namun tetap masuk akal. </p>



<p>Hasil akhir dijabarkan secara apa adanya dan sejelas-jelasnya untuk memudahkan pemahaman pembaca contoh studi kasus mendalam.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Beberapa Sasaran di dalam Penelitian</strong></h2>



<p>Sasaran penelitian ada banyak jenisnya, dari manusia sampai dokumentasi. Kami akan membedakan batasan tiap sasaran dalam penjelasan berikut:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Manusia</strong></h3>



<p>Manusia sebagai sasaran penelitian mengacu pada kondisi psikologis masing-masing orang. </p>



<p>Perlu dipahami bahwa kepribadian tiap orang berbeda, apapun kesamaan fisiknya. Contohnya, psikologis seorang transgender yang harus hidup di tengah keluarga agamis.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-proposal-karya-ilmiah-yang-baik/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-rumusan-masalah-makalah-skripsi-proposal-karya-ilmiah-yang-baik/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/Contoh-Rumusan-Masalah-Makalah-Skripsi-Proposal-Karya-Ilmiah-yang-Baik-500x333.jpg" alt="5 Contoh Rumusan Masalah Makalah, Skripsi, Proposal Karya Ilmiah yang Baik" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">5 Contoh Rumusan Masalah Makalah, Skripsi, Proposal Karya Ilmiah yang Baik</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Peristiwa</strong></h3>



<p>Jika sasarannya adalah peristiwa maka kunci pertanyaan demi mencapai solusi adalah 5W+1H.</p>



<p>Nantinya dari rumus tersebut dapat diambil kesimpulan akhir secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pemiliknya tidak takut ketika karya terpublikasi.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Latar</strong></h3>



<p>Sesuai dengan istilahnya, penerapan contoh studi kasus untuk jenis ini perlu memasukkan nama tempat spesifik. </p>



<p>Karena sebuah peristiwa pasti terjadi di suatu tempat maka fokus jenis penelitiannya lebih mengarah ke tempat atau lokasi terjadinya peristiwa tersebut.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>4. Dokumentasi</strong></h3>



<p>Dokumentasi adalah sumber tidak langsung yang mau tidak mau harus digunakan ketika sumber langsungnya sudah tiada. </p>



<p>Contoh ketika akan melakukan penelitian psikoanalisis Sigmund Freud, tentu tidak mungkin menemui Freud langsung ke alam baka. Solusinya baca karyanya.</p>



<p>Intinya fokus kajian penelitian bisa berdasarkan berbagai bidang keilmuan. Bisa melihat dari sudut pandang sosiologi, geografi, pendidikan, bahkan psikologi sekalipun. </p>



<p>Selain itu masih banyak lagi dan dapat disesuaikan sendiri dengan tujuan dari penyusunan karya ilmiahnya.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/cara-menulis-kutipan-mhs/">
        <a href="https://mamikos.com/info/cara-menulis-kutipan-mhs/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/12/Cara-Menulis-Kutipan-Yang-Dikutip-Orang-Lain-Dalam-Sumber-Kedua-Jurnal-Buku-500x333.png" alt="Cara Menulis Kutipan yang Dikutip Orang Lain dalam Sumber Kedua Jurnal Buku" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Cara Menulis Kutipan yang Dikutip Orang Lain dalam Sumber Kedua Jurnal Buku</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Beberapa Langkah Penyusunan Karya Ilmiah</strong></h2>



<p>Bagi kamu para mahasiswa akhir yang bingung ketika nanti skripsi apa saja langkah tepatnya, kami rangkum beberapa langkah jitu menghasilkan karya ilmiah terbaik:</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>1. Tentukan Tema</strong></h3>



<p>Tentukan ketertarikan pada tema tertentu sebelum melakukan langkah lebih jauh. </p>



<p>Tema besar ini merupakan sebuah landasan awal untuk memagari tindak perilaku mencari sumber selama karya ditulis. Detail tema mempermudah kamu mencari contoh studi kasus terdahulu.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>2. Cari Referensi</strong></h3>



<p>Selesai dengan penentuan tema, bisa langsung beralih ke pencarian referensi, seperti skripsi kakak tingkat, artikel seputar tema seragam, jurnal terkait tema, dsb. </p>



<p>Semua bisa didapatkan dari sumber terpercaya, pastikan saja kamu selektif dan tepat memilih sumbernya.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>3. Susun Kerangka</strong></h3>



<p>Susun kerangka penelitian untuk mempermudah langkah menelaah objek secara seksama. </p>



<p>Untuk menyusun kerangka ini dibutuhkan pemahaman mendalam sehingga akan lebih banyak pertanyaan muncul dan meminta jawaban secara ilmiah dari proses panjang.</p>



<p>Selain itu masih ada pembagian data primer-sekunder, analisis data, validasi data, sampai akhirnya berujung pada laporan penelitian. </p>



<p>Sampai laporan terakhir dicetak maka peranan contoh studi kasus memegang kendali utama dalam menentukan seberapa baik kualitas karya ilmiah. </p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a><br></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-pljr/">5+ Contoh Studi Kasus beserta Cara Membuatnya, Pengertian, Jenis, dan Tujuannya</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya.jpg" length="118072" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/05/﻿Contoh-Studi-Kasus-beserta-Cara-Membuatnya-Pengertian-Jenis-dan-Tujuannya-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>3 Contoh Studi Kasus Piloting PPG Daljab 2024 untuk Guru SD SMP SMA</title>
            <category>Tips Kerja</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-piloting-ppg-daljab-kry/</link>
            <pubDate>Fri, 11 Oct 2024 04:13:53 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Asrul A</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-piloting-ppg-daljab-kry/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Laporan studi kasus Piloting PPG Daljab 2024 disusun berdasarkan situasi yang dihadapi langsung oleh guru. Namun, beberapa contoh studi kasus di bawah ini berguna sebagai referensi.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-piloting-ppg-daljab-kry/">3 Contoh Studi Kasus Piloting PPG Daljab 2024 untuk Guru SD SMP SMA</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>3 Contoh Studi Kasus Piloting PPG Daljab 2024 untuk Guru SD SMP SMA &#8211; Piloting PPG Daljab merupakan program yang khusus dirancang oleh pemerintah untuk memberikan kesempatan bagi guru untuk mendapatkan sertifikasi sebagai pengajar professional.</p>



<p>Salah satu tahapan agar dapat lolos pada Piloting PPG Daljab ini yaitu menyelesaikan studi kasus. Studi kasus ini bertujuan memastikan pembelajaran PPG bisa diterapkan di dunia Pendidikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kumpulan Studi Kasus Piloting PPG Daljab 2024</h2>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA-.png" alt="Contoh studi kasus Piloting PPG Daljab 2024" class="wp-image-264909" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA-.png 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA--500x333.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA--300x200.png 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA--768x512.png 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption class="wp-element-caption">freepik.com/stockking</figcaption></figure></div>

    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/soal-ppg-prajabatan-literasi-numerasi-bidang-studi-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/soal-ppg-prajabatan-literasi-numerasi-bidang-studi-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/07/Soal-PPG-Prajabatan-Literasi-Numerasi-Bidang-Studi-Pedagogik-dan-Wawancara-Beserta-Kunci-Jawaban-1-500x333.jpg" alt="Soal PPG Prajabatan Literasi, Numerasi Bidang Studi, Pedagogik dan Wawancara beserta Kunci Jawaban" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Soal PPG Prajabatan Literasi, Numerasi Bidang Studi, Pedagogik dan Wawancara beserta Kunci Jawaban</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<p>Pada Piloting PPG Daljab, salah satu komponen penilaian penting pada program ini yaitu hasil dari uraian <a href="https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">studi kasus</a>. Tes ini umumnya bertujuan untuk melatih guru dalam menganalisis serta menyelesaikan permasalahan yang ada dalam kelas, sehingga bisa diterapkan langsung di dunia pendidikan nantinya.</p>



<p>Studi kasus Piloting <a href="https://mamikos.com/info/contoh-soal-up-ukmppg-kry/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">PPG</a> Daljab 2024 terdiri dari beberapa poin penting yang perlu disusun dan dijelaskan mulai dari deskripsi permasalahan yang dihadapi guru, upaya untuk menyelesaikan masalah, hasil dari upaya, dan pengalaman berharga dari masalah yang dihadapi.</p>



<p>Agar lebih siap menghadapi dan Menyusun studi kasus dengan baik, para guru dapat mempelajari beberapa contoh studi kasus terlebih dahulu. Berikut kumpulan contoh studi kasus Piloting PPG Daljab 2024.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus untuk Guru SD</h3>



<h4 class="wp-block-heading">Permasalahan yang Dihadapi</h4>



<p>Sebagai guru kelas 5 SD, saya pernah menghadapi tantangan saat mengajar materi pecahan dalam pelajaran Matematika.</p>



<p>Banyak siswa mengalami kesulitan memahami konsep dasar pecahan, apalagi ketika melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan dengan penyebut yang berbeda.</p>



<p>Beberapa siswa tampak kebingungan ketika saya menjelaskan, sementara yang lain terlihat putus asa bahkan sebelum mencoba menyelesaikan soal.</p>



<p>Kondisi ini juga tampak dari aktivitas di kelas. Saat saya meminta siswa untuk mengerjakan soal pecahan di papan tulis, tidak ada yang berani maju. Ketika saya mengadakan diskusi kelas, hanya beberapa siswa yang berpartisipasi, sedangkan yang lainnya lebih memilih diam dan menunggu arahan.</p>



<p>Hal ini tentu mempengaruhi hasil ujian mereka, di mana hanya 50% siswa yang berhasil mencapai nilai di atas KKM (75). Nilai rata-rata kelas juga rendah, hanya 68.</p>



<p>Situasi ini cukup memprihatinkan, karena materi pecahan merupakan konsep penting untuk bisa memahami matematika di jenjang pendidikan selanjutnya.</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading">Upaya yang Dilakukan </h4>



<p>Setelah menganalisis situasi dan berdiskusi dengan sesama guru, saya memutuskan untuk mencoba pendekatan yang lebih kontekstual dan visual. Saya memilih menggunakan media visual dan menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk membantu siswa lebih memahami konsep pecahan dengan mudah.</p>



<p>Langkah pertama yang saya lakukan adalah menggunakan benda-benda seperti potongan kertas berbentuk lingkaran dan persegi yang dibagi menjadi beberapa bagian untuk merepresentasikan pecahan.</p>



<p>Siswa diminta untuk memotong kertas menjadi beberapa bagian yang sesuai dengan nilai pecahan. Saya juga menggunakan media lain seperti kue dan pizza buatan dari kertas yang bisa dibagi-bagi untuk mencontohkan penjumlahan dan pengurangan pecahan.</p>



<p>Selain itu, saya menerapkan proyek kelompok di mana siswa diminta untuk membuat poster yang menggambarkan pecahan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pembagian makanan atau pengukuran bahan masakan.</p>



<p>Melalui proyek ini, siswa diharapkan dapat menghubungkan konsep pecahan dengan situasi nyata sehingga mereka lebih memahami konsep tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Hasil dari Upaya</h4>



<p>Pendekatan ini ternyata memberikan dampak positif terhadap pemahaman siswa di kelas. Dengan menggunakan media visual, siswa lebih mudah memahami bagaimana perhitungan pecahan.</p>



<p>Mereka tidak lagi hanya melihat pecahan sebagai angka, tetapi juga sebagai bagian yang diterapkan di kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Saat melakukan proyek kelompok, siswa juga lebih antusias belajar karena mereka bisa bekerja bersama teman-teman mereka dan mencoba menyelesaikan masalah pecahan dengan cara yang lebih menyenangkan.</p>



<p>Selain itu, pembelajaran berbasis proyek juga mendorong kolaborasi antar siswa. Mereka mulai lebih sering berdiskusi dan bertanya kepada teman atau saya jika ada hal yang tidak dipahami. Siswa yang sebelumnya enggan berpartisipasi kini mulai lebih aktif terlibat dalam kegiatan kelas.</p>



<p>Hasil ulangan juga menunjukkan peningkatan, di mana 80% siswa berhasil mendapatkan nilai di atas KKM, dan nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 78.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pengalaman Berharga</h4>



<p>Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya penggunaan media pembelajaran yang konkret dan kontekstual, terutama ketika mengajarkan konsep abstrak seperti pecahan.</p>



<p>Penggunaan benda nyata membantu siswa menghubungkan konsep dengan kehidupan sehari-hari, sehingga materi menjadi lebih mudah dipahami.</p>



<!--nextpage-->



<p>Pembelajaran berbasis proyek juga memperkuat pemahaman siswa karena mereka belajar melalui pengalaman langsung dan bekerja dalam tim, yang meningkatkan kemampuan sosial dan akademis mereka.</p>



<p>Pelajaran lainnya yang saya temukan tentang pentingnya fleksibilitas dalam mengajar. Sebab, tidak semua siswa dapat memahami materi dengan metode tradisional, sehingga diperlukan variasi pendekatan agar pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan bagi seluruh siswa.&nbsp;</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-soal-ppg-kemenag-kry/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-soal-ppg-kemenag-kry/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/Contoh-Contoh-Soal-PPG-Kemenag-dan-Jawabannya-500x269.jpg" alt="13 Contoh Soal PPG Kemenag dan Jawabannya Dilengkapi Tips Mengerjakan" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">13 Contoh Soal PPG Kemenag dan Jawabannya Dilengkapi Tips Mengerjakan</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus untuk Guru SMP</h3>



<h4 class="wp-block-heading">Permasalahan yang Dihadapi</h4>



<p>Sebagai seorang guru, saya pernah menghadapi tantangan besar saat mengajar di kelas dengan kemampuan akademis yang beragam. Salah satu momen paling menantang adalah ketika saya mengajar kelas dengan siswa-siswa yang memiliki latar belakang dan kemampuan belajar yang sangat bervariasi.</p>



<p>Ada siswa yang cepat dalam memahami materi, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami konsep-konsep yang diajarkan.</p>



<p>Pada tahun 2023, saya mengajar matematika kelas VII dengan 35 siswa. Dari hasil penilaian awal, hanya 14 siswa (40%) yang berhasil mendapatkan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 75.</p>



<p>Sementara itu, 21 siswa (60%) berada di bawah KKM. Tantangan utama yang saya hadapi adalah menyeimbangkan kebutuhan siswa yang berbeda-beda.</p>



<p>Jika saya mempercepat penyampaian materi, siswa yang lebih lambat akan tertinggal. Sebaliknya, jika saya memperlambat ritme, siswa yang cepat merasa tidak tertantang, yang menyebabkan suasana kelas menjadi kurang produktif.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Upaya yang Dilakukan</h4>



<p>Agar dapat mengatasi masalah ini, saya memutuskan menerapkan <a href="https://mamikos.com/info/penerapan-pembelajaran-berdiferensiasi-di-kelas-kecuali-qna-okt-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">pembelajaran berdiferensiasi</a> dengan membagi siswa ke dalam tiga kelompok berdasarkan kemampuan mereka:</p>



<ul>
<li>Kelompok Siswa Cepat (14 orang): Mereka diberikan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi serta tugas proyek.</li>



<li>Kelompok Menengah (10 orang): Mereka diberi latihan yang lebih terstruktur dan didukung dengan diskusi kelompok kecil.</li>



<li>Kelompok Siswa Lambat (11 orang): Mereka diberikan bimbingan individu, alat bantu visual, dan soal-soal yang lebih mendasar.</li>
</ul>



<p>Selain itu, saya juga menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif, di mana siswa yang lebih cepat membantu teman-temannya. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan mendukung semua siswa di kelas.</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading">Hasil dari Upaya</h4>



<p>Setelah satu semester, hasilnya sangat memuaskan. Jumlah siswa yang memperoleh nilai di atas KKM meningkat dari 40% menjadi 75%. Kelompok menengah menunjukkan peningkatan yang paling signifikan, dengan 8 dari 10 siswa berhasil melewati KKM.</p>



<p>Di kelompok siswa yang tertinggal, 5 dari 11 siswa berhasil mencapai nilai minimal 70, meskipun sebelumnya angka tersebut sulit dicapai.</p>



<p>Suasana kelas juga menjadi lebih aktif, dan kepercayaan diri siswa meningkat. Hubungan antar siswa juga menjadi lebih baik; siswa yang cepat belajar menjadi mentor bagi teman-temannya yang lebih lambat.</p>



<p>Tidak ada lagi siswa yang merasa bosan atau tertinggal, karena setiap siswa mendapatkan perhatian dan tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pengalaman Berharga</h4>



<p>Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, dan fleksibilitas dalam metode pengajaran sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mereka.</p>



<p>Peningkatan hasil belajar menunjukkan bahwa setiap siswa bisa berkembang dengan pendekatan yang tepat. Pembelajaran kooperatif juga memperkuat ikatan sosial siswa dan menciptakan lingkungan yang saling mendukung.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-jurnal-pembelajaran-berdiferensiasi-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-jurnal-pembelajaran-berdiferensiasi-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-jurnal-pembelajaran-berdiferensiasi-500x333.jpg" alt="3 Contoh Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi Piloting PPG 2024" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">3 Contoh Jurnal Pembelajaran Berdiferensiasi Piloting PPG 2024</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh Studi Kasus untuk Guru SMA</h3>



<h4 class="wp-block-heading">Permasalahan yang Dihadapi</h4>



<p>Di kelas saya, terdapat beberapa siswa yang sangat pemalu dan jarang berpartisipasi dalam diskusi kelas. Mereka cenderung diam, dan hanya mengerjakan tugas secara mandiri tanpa banyak bertanya atau berinteraksi dengan teman-teman mereka.&nbsp;</p>



<p>Akibatnya, kemampuan komunikasi dan berpikir kritis mereka tidak berkembang sebagaimana mestinya. Meskipun siswa-siswi ini menguasai materi dengan baik secara akademis, keterampilan mereka dalam mengutarakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi kelompok sangat terbatas.&nbsp;</p>



<p>Hal ini juga berpengaruh pada perkembangan sosial mereka, di mana mereka kurang terlibat dalam interaksi sosial di kelas.</p>



<p>Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya sebagai guru, karena kemampuan berkomunikasi dan berpikir kritis adalah bagian penting dari perkembangan siswa, baik secara akademis maupun sosial.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Upaya yang Dilakukan</h4>



<p>Adapun upaya dalam mengatasi masalah ini, saya memutuskan menerapkan metode <em>Think-Pair-Share</em>, sebuah teknik yang dirancang untuk melibatkan seluruh siswa dalam diskusi.</p>



<!--nextpage-->



<p>Teknik ini dimulai dengan memberi kesempatan bagi setiap siswa untuk berpikir secara mandiri mengenai suatu masalah atau pertanyaan yang diajukan.&nbsp;</p>



<p>Setelah itu, siswa akan berpasangan dengan teman di sebelahnya untuk mendiskusikan ide-ide mereka secara berdua. Langkah terakhir adalah meminta siswa berbagi hasil diskusi pasangan tersebut dengan seluruh kelas.</p>



<p>Metode ini dipilih karena memberikan kesempatan kepada siswa yang pemalu untuk mengekspresikan pendapat mereka dalam situasi yang lebih nyaman, yaitu diskusi dalam kelompok kecil sebelum berbicara di depan kelas.</p>



<p>Dengan cara ini, siswa yang biasanya ragu untuk berbicara dihadapan banyak orang dapat berlatih berkomunikasi dalam lingkungan yang lebih kecil dan personal. Pendekatan ini juga membantu mereka membangun kepercayaan diri secara bertahap.</p>



<p>Selain itu, saya juga memastikan bahwa setiap diskusi dilakukan dalam suasana yang mendukung, di mana semua pendapat akan merasa dihargai dan tidak ada yang dianggap salah.</p>



<p>Saya mendorong seluruh siswa, termasuk yang lebih aktif, untuk mendengarkan temannya dengan baik, sehingga setiap siswa merasa suaranya didengar.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hasil dari Upaya</h3>



<p>Setelah beberapa kali menerapkan teknik <em>Think-Pair-Share</em> ini, saya mulai melihat perubahan positif pada siswa-siswa yang sebelumnya pemalu. Mereka mulai lebih sering berpartisipasi dalam diskusi kelompok kecil, dan secara bertahap menjadi lebih berani berbicara di depan kelas.</p>



<p>Pada awalnya, mereka mungkin hanya berbicara ketika berpasangan, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka mulai lebih percaya diri dalam menyampaikan ide-ide mereka kepada seluruh kelas.</p>



<p>Peningkatan ini juga terlihat pada kemampuan berpikir kritis mereka.</p>



<p>Melalui diskusi&nbsp; dan disampaikan dengan bahasa yang lebih terstruktur dan mendalam, siswa-siswa ini tidak hanya belajar mengungkapkan pendapat, tetapi juga mengasah kemampuan mereka dalam menganalisis, mengevaluasi, dan memberikan argumen yang lebih kuat.</p>



<p>Mereka mulai lebih aktif bertanya, menanggapi pendapat teman-teman mereka, dan berani menyampaikan pandangan pribadi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pengalaman Berharga</h4>



<p>Pengalaman ini memberikan pelajaran penting bagi saya sebagai guru. Saya menyadari bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan yang berbeda dalam belajar, termasuk dalam hal keterampilan berkomunikasi.</p>



<p>Melalui pendekatan yang tepat dan dengan memberikan ruang serta kesempatan yang sesuai, bahkan siswa yang pemalu pun bisa berkembang dan menjadi lebih percaya diri.</p>



<!--nextpage-->



<p>Teknik pembelajaran yang melibatkan kolaborasi dan diskusi dalam kelompok kecil terbukti efektif dalam membantu siswa yang mengalami kesulitan berpartisipasi di kelas.</p>



<p>Selain meningkatkan partisipasi, metode ini juga memperkaya suasana belajar di kelas. Siswa belajar untuk menghargai pendapat satu sama lain dan menjadi pendengar yang baik.</p>



<p>Pengalaman ini memperkuat keyakinan saya bahwa dengan pendekatan yang sabar dan tepat, setiap siswa memiliki potensi untuk berkembang, baik dalam hal akademik maupun keterampilan sosial.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Demikianlah pembahasan mengenai contoh studi kasus Piloting PPG Daljab 2024 untuk guru SD SMP SMA. Dengan menyimak penjelasan dan contoh di atas, diharapkan bisa menjadi referensi dalam menyusun studi kasus Piloting PPG Daljab Guru 2024.</p>



<p>Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang studi kasus PPG. Jika kamu mencari informasi tambahan atau artikel bermanfaat lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi blog Mamikos. Temukan berbagai informasi dan tips menarik lainnya di sana.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-jurnal-pembelajaran-sosial-emosional-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-jurnal-pembelajaran-sosial-emosional-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/Contoh-jurnal-Pembelajaran-sosial-emosional-500x333.jpg" alt="3 Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional Siswa di Sekolah untuk PPG Daljab dan Penjelasannya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">3 Contoh Jurnal Pembelajaran Sosial Emosional Siswa di Sekolah untuk PPG Daljab dan Penjelasannya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">FAQ</h3>



<div class="schema-faq wp-block-yoast-faq-block"><div class="schema-faq-section" id="faq-question-1728616516640"><strong class="schema-faq-question">Apa itu PSE?</strong> <p class="schema-faq-answer">Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional siswa.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1728616532871"><strong class="schema-faq-question">Tujuan pembelajaran berdiferensiasi?</strong> <p class="schema-faq-answer">Diterapkannya metode ini diharapkan dapat membuat siswa yang kurang berprestasi bisa menjadi lebih tertantang untuk memperluas wawasan yang dimilikinya. Dalam upaya mengembangkan kemampuannya ini siswa dibebaskan untuk belajar secara mandiri atau bisa belajar secara kelompok.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1728616589823"><strong class="schema-faq-question">Apa itu pendidikan inklusif?</strong> <p class="schema-faq-answer">Dikutip dari laman resmi kemendikbud.go.id, pendidikan inklusif dalam Kurikulum Merdeka adalah pendekatan yang berupaya menciptakan lingkungan belajar yang terbuka dan menerima semua siswa tanpa memandang perbedaan seperti latar belakang, kondisi fisik, kepribadian, atau kesenjangan status sosial.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1728616633542"><strong class="schema-faq-question">Apa itu pembelajaran berbasis proyek?</strong> <p class="schema-faq-answer">Metode pembelajaran berbasis proyek akan menekankan pada proses belajar dan mengajar secara kontekstual melalui berbagai kegiatan yang kompleks. Dengan landasan tersebut, para peserta didik pun dapat melatih kemampuan berinovasi. Metode pembelajaran berbasis proyek ini telah banyak digunakan di negara-negara maju sejak lama.</p> </div> <div class="schema-faq-section" id="faq-question-1728616744143"><strong class="schema-faq-question">Fungsi pendidikan karakter?</strong> <p class="schema-faq-answer">&#8211; Menguatkan dan memperbaiki andil dan peran setiap orang, keluarga, masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk bertanggungjawab dan melakukan partisipasi dalam pengembangan potensi masyarakat.<br/>&#8211; Menyaring budaya dari bangsa lain secara otomatis menjadi salah satu fungsi dari nilai pendidikan karakter karena tidak semua budaya cocok untuk diadopsi oleh masyarakat.<br/>&#8211; Membentuk dan mengembangkan potensi peserta didik sehingga mampu memiliki cara pandang dan berpikir baik, memiliki hati nurani, bersikap dan berperilaku yang luhur.</p> </div> </div>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-36485" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-370x68.png 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1-760x140.png 760w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/06/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-studi-kasus-piloting-ppg-daljab-kry/">3 Contoh Studi Kasus Piloting PPG Daljab 2024 untuk Guru SD SMP SMA</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA-.png" length="674269" type="image/png" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2024/10/contoh-studi-kasus-Piloting-PPG-Daljab-2024-untuk-guru-SD-SMP-SMA--300x200.png" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>Apa Itu Studi Kasus? Cara Membuat Beserta Contohnya Sederhana</title>
            <category>Edukasi</category>
            <link>https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/</link>
            <pubDate>Sun, 24 Sep 2023 07:41:00 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Bella Carla</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Tentunya kata studi kasus sudah cukup akrab didengar. Yuk, simak pengertian, cara membuat hingga contoh sederhana studi kasus berikut ini!</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/">Apa Itu Studi Kasus? Cara Membuat Beserta Contohnya Sederhana</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>Apa Itu Studi Kasus? Cara Membuat Beserta Contohnya Sederhana – Banyak sekali metode untuk melaksanakan penelitian. Salah satunya adalah studi kasus. </p>



<p>Bagi yang belum familiar, perlu diketahui bahwa studi kasus merupakan jenis metode penelitian yang cukup sering digunakan saat melakukan penelitian terhadap bidang keilmuan tertentu.</p>



<p>Jika kamu masih bingung terkait apa itu studi kasus dan metode penelitian studi kasus, yuk ulik informasi lengkapnya berikut ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Berikut Pengertian, Cara Membuat Hingga Contoh Studi Kasus</strong></h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana.jpg" alt="Apa Itu Studi Kasus Cara Membuat Beserta Contohnya Sederhana" class="wp-image-137571" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>freepik.com/fabrikasimf</figcaption></figure></div>



<p>Tentunya banyak dari kamu yang sudah sering mendengar kata studi kasus bukan? Terlebih jika kamu merupakan seorang mahasiswa atau pelajar. Namun kamu mungkin masih bertanya-tanya, apa itu studi kasus?</p>



<p>Tentunya kata studi kasus sudah cukup akrab didengar, apalagi jika kamu sedang mempelajari tentang penelitian.</p>



<p>Apa itu studi kasus? Kira-kira sudahkah kamu mengetahui pengertian dari studi kasus tersebut? </p>



<p>Nyatanya, studi kasus memiliki banyak pengertian dan juga sering digunakan dalam penelitian kualitatif. </p>



<p>Secara sederhana, <a href="https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">studi kasus</a> dapat diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa tertentu atau khusus yang terjadi. </p>



<p>Sudah banyak disiplin ilmu yang saat ini menggunakan studi kasus dalam proses penelitiannya, baik itu ilmu sosial maupun ilmu eksakta.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/jenis-jenis-karya-ilmiah-beserta-penjelasan-tujuan-penulisannya-mhs/">
        <a href="https://mamikos.com/info/jenis-jenis-karya-ilmiah-beserta-penjelasan-tujuan-penulisannya-mhs/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/09/Jenis-jenis-Karya-Ilmiah-Beserta-Penjelasan-dan-Tujuan-Penulisannya-500x335.jpg" alt="6 Jenis-jenis Karya Ilmiah Beserta Penjelasan dan Tujuan Penulisannya" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">6 Jenis-jenis Karya Ilmiah Beserta Penjelasan dan Tujuan Penulisannya</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Pengertian Studi Kasus Menurut Para Ahli</strong></h2>



<p>Penelitian studi kasus <em>(case study)</em> adalah salah satu metode penelitian yang berbasis pada pemahaman dan perilaku manusia berdasarkan pada opini manusia di dalam ruang konteks yang telah ditentukan.</p>



<p>Agar kamu dapat menambah wawasan secara objektif terkait studi kasus, berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli yang dapat membantu kamu memahami pengertian dari studi kasus.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Menurut Feagen, Orum, dan Sjoberg</strong></h4>



<p>Apa itu studi kasus? Menurut Feagen, Orum, dan Sjoberg, studi kasus adalah suatu metode ilmiah yang memiliki sifat multi <em>perspectival analyses</em>. </p>



<p>Selain itu, studi kasus juga membutuhkan beberapa sudut pandang untuk menilai dan menganalisa suatu objek penelitian sehingga dapat menghasilkan data dan informasi yang valid.</p>



<p>Setiap peneliti harus memperhatikan beberapa aspek
yang relevan seperti individu atau kelompok yang saling berinteraksi secara
teliti agar dapat memberikan daya kepada kelompok lemah (<em>powerlessi</em>)
yang tidak mampu untuk menyampaikan sudut pandang (<em>voiceless</em>).</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Menurut Bomi Walgito</strong></h4>



<p>Merujuk pada pemikiran Bomi Walgito (2010), studi kasus merupakan metode yang memiliki tujuan investigasi (mempelajari dan menyelidiki) fenomena atau kejadian tertentu terkait seseorang berupa riwayat hidup yang dijadikan sebagai objek penelitian. </p>



<p>Di dalam pelaksanaan studi kasus, kamu juga membutuhkan integrasi data dan banyak informasi melalui metode-metode lain agar dapat memperoleh data dan informasi yang mendalam terkait objek yang sedang diteliti.</p>



<p>Bomi Walgitu menjawab pertanyaan apa itu studi kasus dengan singkat dan jelas.</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Menurut Tellis</strong></h4>



<p>Selanjutnya, penjelasan tentang apa itu studi kasus datang dari Tellis (1997) mengungkapkan bahwa studi kasus merupakan metode tertentu yang mempunyai unit analisis yang berorientasi terhadap sistem tindakan yang tidak hanya bergantung kepada individu atau lembaga tertentu. </p>



<p>Menurutnya, unit analisis dalam studi kasus harus berupa hal-hal yang bersifat kritis dan bervariasi baik lembaga maupun individu terkait.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Menurut Yin</strong></h4>



<p>Di sisi lain, Yin (1996) berpendapat bahwa studi kasus adalah suatu proses untuk mencari pengetahuan secara empiris melalui aktivitas penyelidikan dan penelitian berbagai kejadian atau fenomena di dalam kehidupan nyata. </p>



<p>Studi kasus juga memiliki pendekatan yang memiliki batasan antara fenomena atau kejadian dan konteks kehidupan nyata masih terlihat samar. </p>



<p>Yin menambahkan, suatu objek penelitian dalam studi kasus masih bersifat biasa mengingat ada berbagai sumber berupa bukti yang dapat terungkap informasinya.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5. Menurut Pollit dan Hungler</strong></h4>



<p>Menurut Pollit dan Hungler, fokus dari studi kasus adalah menentukan suatu dinamika tentang pertanyaan yang muncul yang menyebabkan seseorang berpikir, melakukan suatu tindakan, atau mengembangkan diri sendiri. </p>



<p>Fokus dari studi kasus begitu penting mengingat proses pelaksanaannya membutuhkan analisis intensif dari peneliti. </p>



<p>Selain itu, studi kasus juga seharusnya tidak menitikberatkan pada kemajuan, status, tindakan, atau logika yang dimiliki oleh peneliti semata.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Tujuan Studi Kasus?</strong></h2>



<p>Setelah tahu apa itu studi kasus, tentu kamu perlu tahu apa tujuan dari studi kasus.</p>



<p>Dikutip dari buku Deddy Mulyana berjudul Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, berikut ini adalah beberapa tujuan dari studi kasus:</p>



<ul><li>Untuk memberikan informasi terkait pandangan subjek yang diteliti</li><li>Untuk memberikan pemaparan lengkap yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari.</li><li>Untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dengan subjek penelitian.</li><li>Untuk menemukan konsistensi internal yang tak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi factual saja, melainkan juga kepercayaan.</li></ul>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Memilih Metode Penelitian Studi Kasus?</strong></h2>



<p>Ketika memilih penelitian studi kasus, berarti peneliti ingin menggali informasi apa yang akhirnya bisa dipelajari atau ditarik dari sebuah kasus, baik kasus tunggal maupun jamak. </p>



<p>Stake (dalam Denzin dan Lincoln, eds. 1994; 236) menyebutnya “<em>what can be learned from a single case</em>?” </p>



<p>Agar sebuah kasus bisa digali maknanya peneliti harus pandai-pandai memilah dan memilih kasus macam apa yang layak diangkat menjadi tema penelitian.</p>



<p>Bobot kualitas kasus harus menjadi pertimbangan utama. Ini artinya, tidak semua persoalan atau kasus baik pada tingkat individu, kelompok atau lembaga dapat dijadikan sebagai bahan kajian studi kasus. </p>



<p>Begitu juga terkait dengan pertanyaan, tidak semua pertanyaan dapat diangkat untuk menjadi pertanyaan penelitian (<em>research questions</em>). </p>



<p>Ada syarat-syarat tertentu, sebagaimana dijelaskan di muka, agar sebuah peristiwa layak diangkat menjadi kasus dalam penelitian studi kasus. </p>



<p>Begitu pula dengan syarat-syarat tertentu agar sebuah pertanyaan bisa diangkat menjadi pertanyaan penelitian.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Saja Jenis Penelitian Studi Kasus?</strong></h2>



<p>Sama seperti <a href="https://mamikos.com/info/macam-metode-penelitian-serta-contohnya/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label="metode penelitian  (opens in a new tab)">metode penelitian </a>lainnya, penelitian studi kasus juga terbagi menjadi beberapa jenis. </p>



<p>Jenis-jenis penelitian studi kasus tersebut memiliki perbedaan satu sama lain, baik dari segi hipotesis maupun dari tesis yang akan dibuktikan. </p>



<p>Jenis-jenis studi kasus ini nantinya bisa diterapkan di berbagai bidang, mulai dari bisnis, psikologi, seni, dan lain sebagainya.</p>



<p>Adapun berikut jenis-jenis penelitian apa itu studi kasus yang wajib kamu ketahui:</p>



<!--nextpage-->



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Studi Kasus Eksplanatori</strong></h4>



<p>Jenis studi kasus pertama adalah studi kasus eksplanatori yang umumnya digunakan peneliti ketika tidak lagi bisa menemukan atau memiliki kendali atas fenomena yang diteliti. </p>



<p>Sehingga, peneliti akan memiliki pertanyaan “mengapa” atau bagaimana” fenomena tersebut tidak bisa lagi dikendalikan. </p>



<p>Tujuan utama dari studi kasus eksplanatori sendiri adalah untuk menunjukan data yang tidak bisa dijelaskan tadi, sekaligus untuk melakukan deskripsi investigasi kausal.</p>



<p>Studi kasus eksplanatori berfokus pada fenomena dalam kehidupan nyata. Penerapan jenis studi kasus yang satu ini cocok untuk fenomena maupun suatu kelompok individu yang tidak atau belum bisa dijelaskan. </p>



<p>Hal seperti ini bisa dikatakan lumrah mengingat setiap individu memiliki satu atau dua variabel yang tidak bisa dijelaskan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Studi Kasus Eksploratori</strong></h4>



<p>Jenis studi kasus selanjutnya adalah studi kasus eksploratori yang metode penelitiannya bertujuan untuk menjawab pertanyaan “apa” dan juga “siapa”. </p>



<p>Dalam metode penelitian ini, data yang dikumpulkan peneliti berasal dari dua sumber yakni dari data eksplorasi dan data tambahan yang dapat diperoleh peneliti dari kegiatan wawancara, eksperimen, kuesioner, dan lain sebagainya. </p>



<p>Studi kasus eksploratori sangat cocok diterapkan pada penelitian formal dan berskala besar agar dapat membantu peneliti mendapatkan lebih banyak informasi latar belakang dibanding studi kasus biasa. </p>



<p>Selain itu, studi kasus eksploratori juga bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu kepada peneliti guna mencerna dan memahami informasi yang didapatkan selama proses pelaksanaan penelitian.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Studi Kasus Deskriptif</strong></h4>



<p>Jenis studi kasus berikutnya adalah studi kasus deskriptif yang diterapkan dengan tujuan menganalisis urutan peristiwa tertentu yang terjadi di masa lalu. </p>



<p>Dalam jenis penelitian yang satu ini mencakupi topik di bidang budaya atau bidang sejarah. </p>



<p>Studi kasus deskriptif memiliki tujuan untuk membandingkan teori atau penemuan baru dengan teori dan penemuan yang sudah ada di bidang yang sama. </p>



<p>Sehingga peneliti dapat mengetahui mana informasi yang paling benar dengan melihat analisis urutan peristiwanya.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Apa Saja Bentuk Penelitian Studi Kasus Berdasarkan
Permasalahan Penelitian?</strong></h2>



<p>Untuk menjawab apa itu studi kasus berdasarkan permasalahan penelitian, menurut Creswell, studi kasus dibagi menjadi tiga bentuk dilihat dari permasalahan atau kasus yang diteliti. </p>



<p>Tiga bentuk penelitian studi kasus tersebut antara lain:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Studi Kasus Instrumental Tunggal </strong></h4>



<p>Bentuk studi kasus yang pertama adalah studi kasus instrumental tunggal (<em>single instrumental case study</em>). </p>



<p>Diketahui, studi kasus instrumental tunggal merupakan bentuk penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan sebuah kasus untuk memberi gambaran mengenai suatu isu. </p>



<p>Dalam bentuk studi kasus yang satu ini, peneliti akan mencoba mencari isu yang menarik perhatian untuk dapat dikaji. </p>



<p>Kemudian menggunakan suatu kasus untuk dijamin sarana atau instrumen dalam menyusun penggambaran kasus secara terperinci. </p>



<p>Sehingga dari sebuah isu, peneliti dapat menemukan kasus yang diakibatkan oleh isu tersebut. </p>



<p>Kasus tersebut nantinya akan digambarkan atau dipaparkan secara rinci oleh peneliti. </p>



<p>Hal ini dilakukan agar pembaca hasil penelitian dapat mengetahui bahwa kasus tersebut merupakan instrumen penting dalam suatu isu.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Studi Kasus Jamak </strong></h4>



<p>Bentuk studi kasus berikutnya adalah studi kasus jamak. Merupakan kebalikan dari bentuk studi kasus sebelumnya, studi kasus jamak menggunakan lebih dari satu kasus yang diteliti atau dipelajari. </p>



<p>Sederhananya, studi kasus jamak merupakan penelitian yang menggunakan banyak isu maupun banyak kasus dalam suatu penelitian.</p>



<p>Agar pembahasan dan kegiatan penelitian lebih terfokus, maka fokus dari studi kasus jamak adalah pada satu atau beberapa kasus yang menyertai isu tersebut. </p>



<p>Ataupun bisa juga fokus pada satu kasus yang kemudian meneliti beberapa isu di dalam satu kasus tersebut. </p>



<p>Penelitian dengan menggunakan bentuk studi kasus jamak terbilang cukup kompleks karena melibatkan banyak isu dan lebih banyak kasus di dalam isu-isu tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Studi Kasus Mendalam </strong></h4>



<p>Bentuk studi kasus yang terakhir adalah studi kasus mendalam. </p>



<p>Diketahui, bentuk studi kasus yang satu ini diterapkan pada suatu kasus yang memiliki suatu kekhasan atau ciri khas dan juga keunikan yang cukup tinggi dibanding kasus pada umumnya. </p>



<p>Sehingga, sejak awal kasus tersebut sudah mencuri perhatian peneliti untuk dikaji. </p>



<p>Jika dilihat sekilas, bentuk studi kasus mendalam mirip dengan dengan penelitian naratif. </p>



<p>Namun, studi kasus mendalam memiliki prosedur yang lebih terperinci pada kasus dan juga kaitan atau hubungannya dengan lingkungan yang ada di sekitarnya secara terintegrasi.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana Cara Membuat Penelitian dengan Metode Studi Kasus?</strong></h2>



<p>Menjawab apa itu studi kasus memang tidak sulit. Namun, setelah tahu apa itu studi kasus, lalu bagaimana cara membuat penelitiannya?</p>



<p>Merujuk pada buku karya Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si berjudul Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif: Konsep dan Prosedurnya, di bawah ini adalah urutan cara membuat studi kasus yang bisa kamu ikuti:</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>1. Memilih tema, topik, dan kasus</strong></h4>



<p>Tahapan awal dalam membuat studi kasus adalah memilih kasus yang merupakan bagian <em>dari body of knowledge</em>-nya bidang atau jurusan kuliah kamu saat ini. </p>



<p>Jika kamu merupakan mahasiswa Jurusan atau Program Studi Ilmu Komunikasi, maka pilihlah kasus yang memang menjadi wilayah kajian bidang tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>2. Mengumpulkan bahan bacaan</strong></h4>



<p>Setelah kamu menemukan kasus, selanjutnya silahkan kumpulkan literatur atau bahan bacaan. </p>



<p>Literatur atau bahan bacaan ini bisa berupa jurnal, majalah ilmiah, hasil penelitian terdahulu, buku, surat kabar dan lainnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>3. Merumuskan fokus dan masalah penelitian </strong></h4>



<p>Tahapan selanjutnya adalah merumuskan fokus dan masalah penelitian agar kamu bisa terkonsentrasi pada satu bahasan. </p>



<p>Dari perumusan ini, kamu bisa menggali informasi penting, bukan hanya informasi yang tidak berdasarkan ilmiah. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>4. Mengumpulkan data</strong></h4>



<p>Setelah merumuskan fokus dan masalah penelitian, selanjutnya kamu harus mengumpulkan data penelitian. </p>



<p>Data ini bisa kamu dapatkan dari beberapa metode, mulai dari dokumentasi, observasi pelibatan hingga wawancara. </p>



<p>Kamu juga perlu mengukur banyaknya data yang dibutuhkan, waktu pengumpulan data dimulai dan berakhir, menentukan informan untuk diwawancarai, serta menentukan kapan dan di mana wawancara dilakukan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5. Mengolah data</strong></h4>



<p>Tahapan selanjutnya adalah mengolah data. Pastikan data yang kamu kumpulkan sebelumnya sudah jelas kebenarannya. </p>



<p>Kemudian, lanjutkan dengan menyusun data, melaksanakan penyandian (<em>coding</em>), mengklasifikasi data, dan mengoreksi jawaban wawancara yang kurang jelas. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>6. Menganalisis data</strong></h4>



<p>Tahapan yang satu ini merupakan bagian terpenting, mengingat kamu akan memperoleh temuan penelitian. </p>



<p>Kemampuan analisis data nantinya akan bergantung dari seberapa luas wawasan teoretik peneliti terhadap bidang yang diteliti, pengalaman penelitian, bimbingan dosen.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>7. Melakukan dialog teoretik</strong></h4>



<p>Untuk calon magister dan doktor, penelitian studi kasus dilakukan melalui dialog temuan dengan teori yang telah dibahas di bagian kajian pustaka. </p>



<p>Sementara, untuk karya ilmiah seperti skripsi, temuan penelitian cukup berupa <em>fact finding</em> secara deskriptif atas dasar teori yang telah dipelajari selama kuliah.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>8. Melakukan triangulasi temuan (konfirmabilitas)</strong></h4>



<p>Tahapan selanjutnya adalah melakukan triangulasi temuan atau konfirmabilitas. </p>



<p>Peneliti bisa melakukannya dengan cara melaporkan temuan penelitian ke informan yang diwawancarai.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>9. Menyimpulkan hasil penelitian</strong></h4>



<p>Kemudian, lanjutkan dengan menyimpulkan hasil penelitian.
Untuk penelitian seperti skripsi, simpulan studi kasus harus berisi fakta-fakta
di lapangan secara deskriptif sesuai pertanyaan penelitian (data description).</p>



<p>Untuk penelitian jenjang S2 (tesis), simpulan studi kasus harus menyajikan fakta-fakta sesuai pertanyaan penelitian dan mengembangkan teori yang terkait dengan pertanyaan penelitian. </p>



<p>Sementara itu, untuk jenjang S3 (disertasi), simpulan studi kasus berisi dua hal di atas dan juga mengemukakan temuan baru <em>(new findings)</em>, berupa konsep, formula, model, atau teori. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>10. Melaporkan penelitian</strong></h4>



<p>Tahapan terakhir dalam membuat studi kasus adalah menulis laporan penelitian. </p>



<p>Hal ini diperlukan sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan penelitian untuk kepentingan umum.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Contoh Penerapan Metode Studi Kasus</strong></h2>



<p>Untuk memudahkan kamu memahami apa itu studi kasus, dan memudahkanmu dalam menyusun judul penelitian studi kasus, berikut ini adalah contoh sederhana penulisan studi kasus.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Nah, itu tadi informasi yang bisa Mamikos rangkumkan untuk kamu terkait apa itu studi kasus dan metode penelitian studi kasus. </p>



<p>Semoga informasi apa itu studi kasus dan metodenya di atas bisa menambah wawasan kamu terkait metode penelitian studi kasus, ya! </p>



<p>Jika kamu ingin menggali informasi edukasi lainnya, kamu bisa kunjungi situs blog Mamikos dan cari informasinya di sana.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86633" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/apa-itu-studi-kasus-pljr/">Apa Itu Studi Kasus? Cara Membuat Beserta Contohnya Sederhana</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana.jpg" length="355692" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2022/09/Apa-Itu-Studi-Kasus-Cara-Membuat-Beserta-Contohnya-Sederhana-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>5 Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia beserta Contoh Kasus</title>
            <category>Pelajar</category>
            <link>https://mamikos.com/info/contoh-tindakan-intoleransi-di-masyarakat-indonesia-pljr/</link>
            <pubDate>Mon, 10 Apr 2023 10:43:31 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Sekarbumi</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/contoh-tindakan-intoleransi-di-masyarakat-indonesia-pljr/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Pada kenyataannya, masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak bersikap toleransi terhadap sesamanya.</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tindakan-intoleransi-di-masyarakat-indonesia-pljr/">5 Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia beserta Contoh Kasus</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container">
<p>5 Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia beserta Contoh Kasus – Sebagai makhluk sosial, berarti kita tidak bisa hidup tanpa manusia lain.</p>



<p>Oleh karena itu, sudah sewajarnya apabila kita saling
menerima, menghormati dan menghargai sesama manusia. Akan tetapi, terkadang
kita lupa untuk melakukan hal tersebut.</p>



<p>Berikut adalah contoh tindakan intoleransi di masyarakat
Indonesia beserta contoh kasusnya.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-soal-pas-uas-bahasa-indonesia-kelas-8/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-soal-pas-uas-bahasa-indonesia-kelas-8/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Contoh-Soal-PAS-UAS-bahasa-indonesia-Kelas-8-Semester-2-dan-Kunci-Jawaban-2023-500x333.png" alt="Contoh Soal PAS/UAS Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 dan Kunci Jawaban 2023" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">Contoh Soal PAS/UAS Bahasa Indonesia Kelas 8 Semester 2 dan Kunci Jawaban 2023</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Definisi Intoleransi</h2>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164450" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia.jpg 1000w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia-500x334.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption>https://www.freepik.com/Freepik/</figcaption></figure></div>



<p>Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, intoleransi berarti
tidak punya tenggang rasa. Tenggang rasa sendiri berarti sikap menghargai dan
menghormati perasaan orang lain.</p>



<p>Jadi, intoleransi adalah sikap di mana seseorang tidak
menghargai dan menghormati perasaan orang lain.</p>



<p>Sikap ini tentu saja sangat berbahaya dan dapat menimbulkan <a href="https://mamikos.com/info/strategi-penanggulangan-perpecahan-bangsa-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">perpecahan</a>. Dan biasanya, sikap ini muncul ketika seseorang melihat sesuatu yang tidak lazim atau biasa.</p>



<p>Sikap intoleransi selalu diikuti dengan prasangka buruk dan
rasa menghakimi yang tidak terkontrol.</p>



<p>Tak jarang pula sikap intoleransi berujung pada kekerasan dan
konflik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyebab Menguatnya Tindakan
Intoleransi</h2>



<p>Kamu semua pasti sudah tahu kalau tindakan intoleransi terjadi
ketika seseorang melihat atau menemukan sesuatu yang berbeda darinya.</p>



<p>Tindakan intoleransi ini biasanya dibarengi dengan rasa <em>superiority
</em>atau rasa lebih baik daripada orang lain.</p>



<p>Tindakan intoleransi biasanya juga ditunjang dengan kekuatan
atau <em>power </em>yang menyebabkan seseorang merasa memiliki hak untuk
bertindak semena-mena atau menghakimi orang lain secara membabi buta.</p>



<p>Kekuatan atau <em>power </em>yang dimaksud bisa berupa jabatan,
harta, atau status sosial.</p>



<p>Beberapa penyebab menguatnya tindakan intoleransi di
antaranya adalah:</p>



<ul><li>Globalisasi. Di mana garis batas antar negara dan bangsa sudah semakin
memudar sehingga keberadaan suku bangsa, ras, dan agama lainnya semakin terekspos.</li><li>Perkembangan informasi dan teknologi. Hal ini dipengaruhi oleh
globalisasi juga. Di mana informasi bisa kita dapatkan atau berikan dengan
sangat mudah dalam hitungan detik.</li><li>Ekonomi dan pendidikan yang tidak merata. Hal ini menyebabkan kesenjangan
sosial yang kemudian memicu terjadinya tindakan atau sikap intoleransi.</li></ul>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-menghormati-budaya-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-menghormati-budaya-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/03/Contoh-Perilaku-Menghormati-Budaya-Daerah-Lain-di-Indonesia-500x333.jpeg" alt="7 Contoh Perilaku Menghormati Budaya Daerah Lain di Indonesia" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">7 Contoh Perilaku Menghormati Budaya Daerah Lain di Indonesia</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Tindakan Intoleransi</h2>



<p>Seperti yang sudah kamu ketahui, sikap intoleransi merupakan
sikap yang sangat bertolak belakang dengan tenggang rasa dan toleransi.</p>



<p>Berikut adalah beberapa contoh tindakan intoleransi di
masyarakat Indonesia yang mungkin pernah kamu temui:</p>



<ul><li>Merundung teman yang berbeda gender, suku, ras, atau agama.</li><li>Mengejek teman yang berbeda gender, suku, ras, atau agama.</li><li>Menjelek-jelekkan hari besar agama lain.</li><li>Menghina adat istiadat seseorang.</li><li>Tidak ingin bergaul dengan orang yang berbeda gender, suku, ras, atau
agama.</li><li>Menekan teman untuk mengikuti atau menuruti kemauannya.</li><li>Memaksa teman untuk menyetujui pendapatnya.</li><li>Tidak mau menerima pemberian dari teman yang berbeda gender, suku, ras,
atau agama.</li><li>Melakukan tindak kekerasan kepada teman yang berbeda pendapat.</li><li>Melakukan tindak kekerasan kepada teman yang berbeda gender, suku, ras,
atau agama.</li></ul>



<p>Masih ada banyak contoh tindakan intoleransi di masyarakat
Indonesia lainnya. Akan tetapi, secara garis besar, contoh di atas adalah yang
paling sering terjadi.</p>



<!--nextpage-->



<h2 class="wp-block-heading">Contoh Kasus Tindakan Intoleransi di
Masyarakat Indonesia</h2>



<p>Untuk lebih memahami contoh tindakan intoleransi di
masyarakat Indonesia berikut adalah beberapa contoh kasusnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 1</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="960" height="640" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164452" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998.jpg 960w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Kerusuhan-Mei-1998-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption>https://id.wikipedia.org/</figcaption></figure></div>



<p>Contoh tindakan intoleransi di masyarakat Indonesia yang
pertama adalah Kerusuhan Mei 1998.</p>



<p>Kerusuhan ini terjadi pada tahun 1998, di mana masyarakat
Indonesia sengaja melakukan teror kepada masyarakat etnis Cina.</p>



<p>Kerusuhan paling parah terjadi di Jakarta, Medan dan
Surakarta. Seluruh toko dan perusahaan milik keturunan Cina dijarah dan
dihancurkan. Banyak wanita keturunan Cina diperkosa dan dibunuh secara sadis.</p>



<p>Tragedi ini pun kerap disamakan dengan tragedi pembantaian kaum
Yahudi di Jerman. Sebab, tragedi ini terjadi secara sistematis, bukan sporadis.</p>



<p>Hingga saat ini, masih banyak kontroversi terkait penyebab atau pemicu terjadinya <a href="https://mamikos.com/info/contoh-perilaku-yang-tidak-mencerminkan-persatuan-dan-kesatuan-pljr/" target="_blank" rel="noreferrer noopener" aria-label=" (opens in a new tab)">kerusuhan</a> ini.</p>



<p>Dan kasus ini menjadi salah satu kasus intoleransi terbesar
yang pernah terjadi di Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 2</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164453" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis.jpg 1000w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis-500x334.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Guru-Yang-Rasis-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption>https://www.freepik.com/stockking/</figcaption></figure></div>



<p>Contoh tindakan intoleransi di masyarakat Indonesia
selanjutnya adalah kasus rasisme terhadap siswa Papua.</p>



<p>Kasus ini terjadi pada tahun 2022 silam. Saat itu, di sebuah
sekolah di Jember, seorang guru merasa kesal terhadap salah satu muridnya yang
lupa mengerjakan PR.</p>



<p>Sang guru pun memberikan sanksi sambil melontarkan kata-kata
kasar penuh rasisme kepada si murid.</p>



<p>Hal ini terdengar sampai ke telinga Gubernur Jember. Beliau
pun bergegas membantu menyelesaikan permasalahan.</p>



<p>Guru yang rasis tersebut pada akhirnya dipecat dan Gubernur
Jember mengimbau guru-guru yang lain untuk lebih bijak dalam mengajar dan
mendidik murid-murid</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/perilaku-yang-sesuai-dengan-nilai-pancasila-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/perilaku-yang-sesuai-dengan-nilai-pancasila-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/03/Contoh-Perilaku-di-Lingkungan-Masyarakat-yang-Sesuai-dengan-Nilai-Pancasila_-500x333.jpg" alt="34 Contoh Perilaku di Lingkungan Masyarakat yang Sesuai dengan Nilai Pancasila" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">34 Contoh Perilaku di Lingkungan Masyarakat yang Sesuai dengan Nilai Pancasila</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 3</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="640" height="427" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penolakan-Pembangunan-Gereja-Cilegon.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164454" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penolakan-Pembangunan-Gereja-Cilegon.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penolakan-Pembangunan-Gereja-Cilegon-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penolakan-Pembangunan-Gereja-Cilegon-500x334.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penolakan-Pembangunan-Gereja-Cilegon-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>https://unsplash.com/@kfred/</figcaption></figure></div>



<p>Contoh tindakan intoleransi di masyarakat Indonesia yang
ketiga adalah kasus penolakan pembangunan gereja di daerah Cilegon.</p>



<p>Umat Kristen dan Katolik yang ada di Cilegon berusaha
mengajukan izin pembangunan gereja kepada pemerintah setempat.</p>



<p>Akan tetapi, permohonan tersebut berulang kali ditolak dengan
alasan tidak memenuhi ketentuan atau berkas-berkas belum lengkap.</p>



<p>Bahkan, beberapa kali lokasi pembangunan gereja ini diserang
oleh warga setempat dibongkar secara paksa.</p>



<p>Menteri Agama Republik Indonesia sempat menegur dan memerintahkan
Walikota Cilegon untuk segera memberikan izin pembangunan tersebut.</p>



<p>Namun, Walikota tersebut justru menandatangani kesepakatan
bersama masyarakat mayoritas untuk menolak pembangunan tersebut.</p>



<p>Hingga saat ini, masih belum ada kabar lebih lanjut terkait
pembangunan gereja di Cilegon tersebut.</p>



<!--nextpage-->



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 4</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164455" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul.jpg 1000w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul-500x334.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Seksisme-di-Dusun-Bantul-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption>https://www.freepik.com/Freepik/</figcaption></figure></div>



<p>Tindakan seksisme juga termasuk dalam contoh tindakan
intoleransi di masyarakat Indonesia yang hingga saat ini masih sering terjadi.</p>



<p>Contoh kasus yang terjadi pada tahun 2019-an adalah penolakan
kepala dusun wanita—Ibu Yuli—oleh masyarakat di Bantul.</p>



<p>Alasan yang digunakan masyarakat Bantul untuk menolak sang
calon Kepala Dusun adalah karena wanita dianggap kurang mampu memimpin.</p>



<p>Selain itu, diduga masalah peringkat juga menjadi pemicu
penolakan ini.</p>



<p>Sebelum terpilih sebagai Kepala Dusun, Ibu Yuli sudah melalui
berbagai jenis tes. Hasilnya, beliau meraih peringkat pertama, sementara
lawannya yang seorang pria berada di peringkat kedua.</p>



<p>Tindakan seksisme masyarakat Bantul ini mendapat teguran dari
Komnas HAM dan Perempuan. Sebab, tidak ada satu pun larangan secara hukum bagi
perempuan untuk berkecimpung dalam dunia kepemimpinan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh 5</h3>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" width="640" height="427" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penyerang-Gereja-di-Yogyakarta.jpg" alt="Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia" class="wp-image-164456" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penyerang-Gereja-di-Yogyakarta.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penyerang-Gereja-di-Yogyakarta-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penyerang-Gereja-di-Yogyakarta-500x334.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Penyerang-Gereja-di-Yogyakarta-600x400.jpg 600w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption>https://unsplash.com/es/@krysamon/</figcaption></figure></div>



<p>Contoh tindakan intoleransi di masyarakat Indonesia yang terakhir
adalah kasus penyerangan di gereja St. Lidwina, Sleman, Yogyakarta.</p>



<p>Tragedi terjadi di pagi hari, saat para jemaat sedang
melakukan ibadah pagi. Saat itu, tiba-tiba seorang pria menerobos masuk sambil
membawa senjata tajam.</p>



<p>Pria itu lalu melakukan penyerangan secara membabi buta, melukai
beberapa jemaat dan Romo di gereja. Pria itu juga menghancurkan patung Bunda
Maria dan Yesus.</p>



<p>Para jemaat pun segera kabur dari dalam gereja, tapi pria itu
tidak ikut mengejar. Ia diam di dalam gereja sampai pihak kepolisian tiba dan
meringkusnya.</p>



<p>Alasan penyerangan ini tidak logis. Penyerang mengaku bahwa
ia merasa kesal dan frustrasi karena permohonannya untuk ke Suriah ditolak
pihak imigrasi Yogyakarta.</p>



<p>Akibat alasan yang kurang logis ini, polisi pun melakukan penelitian
lebih lanjut terhadap pelaku karena diduga ada penyebab psikologis.</p>


    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-sikap-etnosentrisme-pljr/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-sikap-etnosentrisme-pljr/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/02/4-Contoh-Sikap-Etnosentrisme-dalam-Masyarakat-dan-Kehidupan-Sehari-hari-di-Indonesia-500x333.jpg" alt="4 Contoh Sikap Etnosentrisme dalam Masyarakat dan Kehidupan Sehari-hari di Indonesia" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">4 Contoh Sikap Etnosentrisme dalam Masyarakat dan Kehidupan Sehari-hari di Indonesia</p>
            </div>
        </a>
    </div>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nah, itulah 5 contoh tindakan intoleransi di masyarakat
Indonesia beserta contoh kasusnya.</p>



<p>Manusia diciptakan berbeda-beda oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka,
marilah kita belajar untuk menerima, menghargai dan menghormati perbedaan
tersebut.</p>



<p>Agar hidup kita dan orang lain menjadi tenang, bumi pun damai.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p><strong>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:</strong></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosugm" target="_blank">Kost Dekat UGM Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-jatinangor-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunpad" target="_blank">Kost Dekat UNPAD Jatinangor</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosundip" target="_blank">Kost Dekat UNDIP Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuidepok" target="_blank">Kost Dekat UI Depok</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ub-malang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosubmalang" target="_blank">Kost Dekat UB Malang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unnes-semarang-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosunnes" target="_blank">Kost Dekat Unnes Semarang</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosumy" target="_blank">Kost Dekat UMY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuny" target="_blank">Kost Dekat UNY Jogja</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uns-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosuns" target="_blank">Kost Dekat UNS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikositb" target="_blank">Kost Dekat ITB Bandung</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="http://mamikos.com/kost/kost-dekat-ums-solo-surakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosums" target="_blank">Kost Dekat UMS Solo</a><br><br><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikosits" target="_blank">Kost Dekat ITS Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostunesa" target="_blank">Kost Dekat Unesa Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasiunair" target="_blank">Kost Dekat UNAIR Surabaya</a></p>



<p><a rel="noreferrer noopener" href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah?utm_medium=sitelink&amp;utm_source=blog&amp;utm_campaign=rekomendasikostuin" target="_blank">Kost Dekat UIN Jakarta</a></p>



<figure class="wp-block-image"><a href="http://mkos.app/installapp" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="188" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png" alt="" class="wp-image-86630" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-1024x188.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-500x92.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app-768x141.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2021/10/mamikos-app.png 1261w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></a></figure>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/contoh-tindakan-intoleransi-di-masyarakat-indonesia-pljr/">5 Contoh Tindakan Intoleransi di Masyarakat Indonesia beserta Contoh Kasus</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia.jpg" length="499826" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2023/04/Tindakan-Intoleransi-di-Indonesia-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>