Advertisement
Source : unsplash.com/@cytonn_photography

4 Contoh Teks Negosiasi sesuai Strukturnya Orientasi, Permintaan, Penawaran, Persetujuan hingga Penutup

Terdapat setidaknya lima struktur inti dalam teks negosiasi. Berikut penjelasan dan contoh lengkapnya!

22 Desember 2025 Sekarbumi

Definisi Negosiasi

Negosiasi merupakan suatu kegiatan sekaligus teknik berkomunikasi di mana dua pihak saling tawar-menawar terkait suatu hal hingga tercapai kesepakatan.

Pada umumnya, negosiasi dilakukan untuk transaksi uang. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan negosiasi dilakukan untuk transaksi non-uang lainnya.

Pihak-pihak yang bernegosiasi biasanya akan terus melakukan tawar-menawar hingga terjadi kesepakatan terbaik bagi kedua belah pihak.

Sangat jarang negosiasi yang terjadi menemui kegagalan. Oleh sebab itu, agar negosiasi kalian berjalan lancar dan tidak gagal, silakan simak dan pelajari artikel Mamikos tentang contoh teks negosiasi sesuai strukturnya!

40 Contoh Soal Teks Negosiasi dan Pembahasannya PG dan Essay Lengkap

Perbedaan Negosiasi Informal dan Formal

  • Negosiasi informal biasanya akan lebih santai daripada formal. Hal ini disebabkan bahasa-bahasa yang digunakan saat melakukan negosiasi informal jauh lebih enteng daripada negosiasi formal.
  • Negosiasi formal jauh lebih tegas, lugas dan tidak bertele-tele daripada informal. Basa-basi dalam negosiasi formal hampir tidak ada, sehingga proses dapat jauh lebih cepat bila dibandingkan negosiasi informal.
  • Negosiasi formal dilakukan melalui pertemuan resmi. Sementara negosiasi informal tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan resmi. Negosiasi informal dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun.
  • Negosiasi formal terkadang membutuhkan jalur hukum. Entah untuk mencari solusi atas suatu konflik yang pelik, atau untuk mengesahkan kontrak atau perjanjian-perjanjian resmi. Sementara, negosiasi informal tidak selalu harus menempuh jalur hukum.

Struktur Negosiasi

Negosiasi yang terstruktur tentu akan menjadi negosiasi yang paling efektif dan memiliki potensi besar untuk berhasil. Berikut adalah contoh teks negosiasi sesuai strukturnya sekaligus penjelasan lengkap.

1. Orientasi

Bagian ini merupakan awal dari proses bernegosiasi. Biasanya, kalian bisa memasukkan ucapan-ucapan salam atau sapaan dalam bagian ini.

Salam dan sapaan yang digunakan tentu saja disesuaikan dengan suasana bernegosiasi ya. Jika kalian bernegosiasi secara informal, maka kalian bisa menggunakan sapaan dan salam yang lebih santai.

Namun, jika kalian bernegosiasi secara formal, maka kalian tentu harus menggunakan bahasa yang formal juga.

Contohnya:

  • Informal

A: “Bu, aku boleh ngomong enggak?”

B: “Boleh dong. Ada apa nih? Kok tumben pagi-pagi sudah ajak Ibu ngomong?”

  • Formal

A: “Selamat siang, Pak. Maaf saya agak terlambat.”

B: “Selamat siang. Tidak apa. Saya juga belum lama menunggu. Mari, silakan duduk.”

2. Permintaan

Setelah membuka percakapan dengan salam dan sapaan, kalian bisa langsung masuk ke dalam bagian awal pembicaraan yang disebut juga sebagai permintaan.

Di bagian ini, kalian akan meminta atau mengajukan tawaran-tawaran yang dikehendaki dalam negosiasi. Biasanya, tawaran-tawaran tersebut juga akan datang dari pihak yang sedang kalian ajak bernegosiasi.

Contohnya:

  • Informal

A: “Jadi begini, Bu. Kemarin aku lihat ada sepatu model baru di pasar. Nah, aku mau pinjam uang ke Ibu buat beli sepasang.”

B: “Model baru kayak bagaimana, Nak?”

A: “Solnya lebih kuat, Bu.”

B: “Oalah …. Memangnya sepatu kamu yang kemarin sudah rusak?”

A: “Enggak sih, Bu. Masih bagus kok.”

B: “Harganya berapa memang?”

A: “Tiga ratus ribu, Bu.”

B: “Duh, Nak, Ibu enggak ada uang segitu. Kamu tunggu dulu bulan depan ya?”

  • Formal

A: “Jadi, saya pikir desain ini akan cocok untuk ruang keluarga di rumah Anda, Pak.”

B: “Ya, ya. Memang saya lihat modelnya sangat bagus. Tapi saya kurang suka pemilihan bahan-bahan furniturnya.”

A: “Furnitur macam apa yang Bapak inginkan?”

B: “Saya ingin furnitur dari bahan kayu jati asli. Semuanya. Kebetulan istri saya suka sekali furnitur kayu jati.”

3. Penawaran

Setelah mengajukan penawaran awal, maka kalian akan mulai berdiskusi dan terus menerus mengajukan penawaran lainnya.

Bagian ini akan menjadi penentu apakah penawaran awal kalian dapat diterima atau tidak. Jika tidak, maka solusi semacam apa yang akan kalian ambil.

Contohnya:

  • Informal

A: “Aku bisa bayar setengah dulu untuk beli sepatunya, Bu. Jadi, untuk saat ini, aku cuma mau pinjam uang 150 ribu.”

B: “Tapi sepatu kamu katanya masih bagus, Nak.”

A: “Iya sih, Bu. Cuma model yang ini tuh bagus banget, Bu. Aku pengen beli.”

B: “Kalau model lain yang lebih murah memangnya enggak ada, Nak?”

A: “Ada, Bu. Tapi aku enggak mau. Aku maunya model yang itu.”

B: “Duh, tapi Ibu enggak ada uang, Nak. Dan Ibu enggak mau kalau kamu berutang. Ibu enggak tahu kapan bisa lunasin sepatumu itu.”

Halaman:

Advertisement