Contoh Prolog Novel Kehidupan, Sejarah Pribadi, dan Cinta yang Menarik
Prolog sering digunakan sebagai eksposisi. Prolog menjelaskan cerita dengan memberi pembaca beberapa informasi latar belakang, atau tentang apa yang terjadi dalam cerita. Simak beberapa contohnya di sini.
Jadi, Sendenbu meneruskan kepada Pangreh Praja diteruskan kepada Bupati dan kemudian kepada Camat, Lurah dan langsung disampaikan pada perabot desa dan penduduk.
Kisah Sumiyati dan Para Perawan
Sumiyati adalah salah satu perawan remaja yang menjadi korban, ia bercerita kepada Sukarno Martodiharjo bahwa janji itu hanyalah bentuk usaha dalam mempersiapkan rakyat Indonesia ke arah kemerdekaan nanti.
Soeryono Hadi, mantan anggota pimpinan LKBN antara perwakilan Surabaya bercerita bahwa kakaknya pada tahun 1943 pernah berkata bahwa pemerintah pendudukan Dai Nippon menyerukan kepada setiap orangtua yang memiliki anak perempuan agar segera mendaftarkan kepada pemerintah untuk disekolahkan.
Umumnya, para perawan remaja pergi bukan karena kerelaan orangtua. Namun, mereka takut pada ancaman Jepang yang melakukan tugas dengan kejam dan penuh kekerasan.
Hal ini membuat para perawan remaja jatuh dalam cengkeraman Jepang dan sulit untuk dapat melepaskan diri.
Para perawan remaja pergi menuju kapal bukannya diantar keluarga, tetapi tentara Jepang malah menjemput mereka di rumah masing-masing.
Mereka dikumpulkan di suatu tempat untuk menunggu sampai tersedia kapal yang akan membawa mereka.
Di tempat ini, para perawan remaja diangkut ke pelabuhan. Ketika menaiki kapal, mereka sudah menggunakan seragam putih, blouse, rok topi putih, kaus kaki putih, dan sepatu hitam.
Mereka juga membawa tas pakaian seragam. Setelah berada di kapal, mereka baru diberikan kebebasan untuk berpakaian.
Kebutuhan Seks
Jepang memilih para perawan remaja yang belum dewasa bukan tanpa tujuan. Mereka dikumpulkan untuk memenuhi impian seks serdadu Jepang pada satu pihak dan agar tidak mendapatkan perlawanan.
Hal ini dibuktikan oleh kisah dari salah satu dari para perawan remaja yang bercerita kepada Makhudum Sati.
Gadis itu berkata bahwa lepas 1,5 mil dari pelabuhan, para perwira Jepang serentak melakukan serbuan terhadap mereka dengan cara memperkosanya.
Mereka pun berlarian di kapal untuk mencoba menyelamatkan diri dengan terjun ke laut. Sumiyati, sang korban menceritakan pengalamannya pada saat itu dengan bercucuran air mata.
Dia berkata bahwa ketika asramanya yang berisikan 50 perawan remaja Jawa didatangi oleh sejumlah besar serdadu Jepang dan menggilir mereka gelombang demi gelombang.
