Advertisement
Source : unsplash.com/rumandraisin

Contoh Prolog Novel Kehidupan, Sejarah Pribadi, dan Cinta yang Menarik

Prolog sering digunakan sebagai eksposisi. Prolog menjelaskan cerita dengan memberi pembaca beberapa informasi latar belakang, atau tentang apa yang terjadi dalam cerita. Simak beberapa contohnya di sini.

20 Februari 2023 Bella Carla

Namun, hari ini aku akan mati dan aku pun tak tahu bisa bangkit atau tidak. Setelah hampir genap tiga bulan aku disekap dalam gelap, mereka membawa aku ke sebuah tempat yang hitam dan kelam.

Selama tiga bulan, mataku dibebat kain apak yang dibuka hanya sesekali ketika aku berurusan dengan kencing dan tinja. Aku ingat pembicaraanku dengan Sang Penyair. Dia berkata kepadaku bahwa dia tak takut gelap karena dalam hidup ada yang namanya terang dan gelap, ada pula perempuan dan lelaki.

Kata Sang Penyair, “Gelap ada lah bagian dari alam”. Namun, jangan sampai kita mencapai titik kelam, karena kelam adalah tanda bahwa kita sudah menyerah.

Kelam juga melambangkan kepahitan, di mana satu titik ketika kita merasa hidup tak bisa dipertahankan lagi.

Aku tak tahu apakah sekarang aku sedang mengalami kegelapan atau kekelaman. Mataku dibebat, tanganku terborgol.

Apakah ini gelap yang kelak menjadi pagi yang lamat-lamat mengurai cahaya matahari pagi? Atau, gelap seperti sumur yang tak menjanjikan dasar?

Penyekapan

Hampir sejam kami berputar-putar, aku pun sudah bisa menebak ada empat lelaki yang mendampingiku.

Setelah berbulan-bulan mereka menyekapku di tempat gelap, kini aku sudah mulai mengenal bau tubuh mereka.

Ada satu lelaki menyetir yang jarang berbicara. Seseorang di sebelahnya jarang mengeluarkan komentar, kecuali jika harus membentak kedua lelaki yang sedang mengapitku di kiri dan kakan kursi belakangku.

Dialah si Mata Merah, satu-satunya dari mereka yang wajahnya pernah kulihat dan kukenali dari bau rokok kreteknya yang menghambur dari mulutnya.

Di sebelah kanan dan kiriku sudah pasti kedua lelaki besar yang biasa kusebut dengan Manusia Pohon dan si Raksasa. Mereka identik dengan bau keringat tengiknya.

Inilah celakanya jika kita sejak kecil sudah diajarkan menajamkan indra penciuman, mengingat ibuku adalah seorang koki yang hebat. Dalam sekejap, aku sudah bisa membedakan aroma tubuh satu orang dengan yang lainnya.

Setelah lebih dari sejam kami berada di dalam mobil dengan mataku yang masih ditutup dan tangan terikat, akhirnya di Manusia Pohon menarikku keluar mobil. Bersama-sama mereka menggiringku ke sebuah tempat dengan udara terbuka.

Halaman:

Advertisement