Contoh Teks Editorial Tentang Korupsi beserta Strukturnya Lengkap
Teks editorial merupakan salah satu bentuk artikel yang bisa kamu temukan di dalam surat kabar yang ditulis oleh tim redaksi. Simak contoh teks editorial bertemakan korupsi dalam artikel ini.
1. Pengenalan isu atau tesis
Bagian ini berfungsi untuk mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas di bagian berikutnya.
Pengenalan isu dapat menyajikan peristiwa aktual, fenomenal, dan kontroversial.
Nantinya, pernyataan pendapat umumnya berisikan sudut pandang penulis terkait isu yang sedang dibahas.
Tesis sendiri merupakan teori yang diperkuat dengan argumen.
2. Penyampaian pendapat atau argumen
Bagian ini berisikan tanggapan redaksi terhadap isu yang telah diperkenalkan sebelumnya.
Argumentasi yang dimaksud adalah alasan ataupun bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, ataupun fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya.
3. Penegasan ulang
Bagian ini berisikan kesimpulan, saran atau rekomendasi. Pada bagian ini juga bisa kamu temukan harapan redaksi kepada pihak yang terlibat dalam menghadapi atau mengatasi persoalan yang terjadi dalam isu tersebut.
Pernyataan atau penegasan ulang pendapat berisi penegasan ulang pendapat yang didukung oleh fakta untuk memperkuat atau menegaskan keseluruhan isi teks editorial.
Contoh Teks Editorial Tentang Korupsi dan Strukturnya
Agar kamu dapat lebih memahami teks editorial, berikut ini adalah contoh teks editorial bertemakan korupsi beserta strukturnya.
Contoh 1
Judul: Darurat Moralitas Benteng Keadilan
Pengenalan isu:
Reformasi di tubuh lembaga peradilan rupanya omong kosong belaka. Janji pimpinan Mahkamah Agung membersihkan ruang-ruang pengadilan dari suap dan korupsi pun ternyata palsu. Semua sebatas omongan yang tak pernah mampu direalisasikan.
Lembaga kekuasaan kehakiman yang semestinya menjadi benteng terakhir penegakan hukum dan keadilan itu nyatanya tak sekuat yang kita idamkan.
Ia rapuh karena pilar-pilarnya sudah teracuni oleh korupsi. Lembaga itu kian melemah karena praktik jual beli hukum terus merajalela bahkan sampai di puncak pengadilan.
Argumentasi:
Kini, Mahkamah Agung sepertinya sedang dalam situasi darurat integritas, kredibilitas, dan moralitas. Dalam kasus terakhir, integritas dan moralitas aparat di lembaga itu bahkan semakin dipertanyakan. Kemarin, KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.
Kita tahu salah satunya ialah hakim agung Sudrajad Dimyati. Inilah kali pertama seorang hakim agung ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.
Selain hakim agung, KPK menangkap sejumlah pejabat dan ASN di Mahkamah Agung serta pengacara dan pihak swasta yang diduga menyuap.


