Advertisement
Source : unsplash.com/@scaurick

5 Contoh Teks Negosiasi Jasa beserta Strukturnya yang Baik dan Benar

Berbagai macam contoh teks negosiasi jasa pastinya akan membantu kamu, karena bisa dijadikan referensi ketika ingin membuatnya sendiri. Sudah bisa membuatnya?

22 Desember 2025 Fajar Laksana

Contoh teks negosiasi jasa biasanya menjadi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik pada pelajaran Bahasa Indonesia. Jadi, tidak mengherankan apabila banyak yang mencari contohnya. 

Sebenarnya, kamu bisa dengan mudah membuat teks negosiasi bertemakan jasa, baik dalam bentuk percakapan maupun narasi apabila sudah paham bagaimana pengertiannya. 

Lantas, apa sih definisi dari teks negosiasi? Kamu bisa mendapatkan jawabannya di bawah ini lengkap dengan struktur serta beberapa contoh terbaiknya. 📖✨

Contoh Teks Negosiasi Jasa

Contoh Teks Negosiasi Jasa beserta Strukturnya yang Baik dan Benar
unsplash.com/@scaurick
5 Contoh Pemenuhan dalam Teks Negosiasi beserta Pengertiannya yang Benar

Setelah kamu memahami arti negosiasi beserta dengan strukturnya, maka silahkan membuat teks versimu sendiri. Jika masih ragu, kamu bisa melihat beberapa contoh teks negosiasi jasa berikut:

1. Contoh Teks Negosiasi Jasa Jahit Baju

Negosiasi Jahit Baju

5 Contoh Surat Balasan Penawaran dalam Teks Negosiasi yang Baik dan Benar

Orientasi

Pengguna Jasa: “Hallo Mbak Maria, ini saya Umi tukang Teh Poci depan gang.”

Penjahit: “Hallo Mbak Umi, bagaimana?”

Pengajuan

Pengguna Jasa: “Mbak Maria bisa jahit baju seperti di foto yang baru saja saya kirimkan via Whatsapp?”

Penjahit: “Oh, sebentar Mbak, belum saya buka. Saya buka dulu, ya.”

Pengguna Jasa: “Iya Mbak Maria.”

Penjahit: “Wah, bagus sekali mbak contoh baju seperti ini. Seperti baju anak-anak zaman sekarang, lho!”

Pengguna Jasa: “Hehe. Bagaimana Mbak Maria, bisa?

Penawaran

Penjahit: “Bisa, Mbak!”

Pengguna Jasa: “Kalau tambah payet juga bisa nggak, Mbak?”

Penjahit: “Bisa dong! Tapi harus tambah biaya, ya Mbak!”

Pengguna Jasa: “Kira-kira kalau payetnya full seperti baju pengantin gitu berapa ya, Mbak?”

Penjahit: “Kalau seperti baju pengantin mahal, Mbak. Soalnya bahan-bahannya banyak dan pasang payetnya juga agak lama.”

Pengguna Jasa: “Berapa?”

Penjahit: “Mulai dari Rp100.000,- sampai Rp500.000,-, Mbak. Itu nanti tergantung banyaknya payet yang digunakan sama harga bahannya.” 

Pengguna Jasa: “Kalau payetnya kayak gambar kedua itu berapa, Mbak?”

Penjahit: “Kalau yang itu lumayan sederhana, jadi kisaran Rp50.000,- sampai Rp70.000,- Mbak.”

Pengguna Jasa: “Jadi, kalau model bajunya seperti gambar pertama dan payetnya kayak gambar kedua, total biayanya berapa?”

Penjahit: “Kalau harga finishnya belum tahu ya, Mbak. Tapi kalau kisaran harganya baju sekitar Rp150.000,- sampai Rp200.000,-. Terus payetnya Rp50.000,- sampai Rp70.000,-“

Penjahit: “Jadi, nanti paling mahal ya sekitar Rp270.000,-. Sekarang belum bisa kasih harga finish. Nanti kalau sudah jadi baru bisa, Mbak. Tapi nggak sampai Rp500.000,- kok.”

Pengguna Jasa: “Mbak, kalau bisa jangan sampai angka maksimal, ya. Apa bisa?”

Persetujuan

Penjahit: “Bisa kok Mbak, nanti saya carikan bahan yang harganya miring tapi kualitasnya bagus ya, Mbak!”

Pengguna: “Alhamdulillah kalau begitu.”

Penutup

Penjahit: “Jadi fiks itu Mbak?”

Pengguna Jasa: “Iya, Mbak! Oke kalau begitu, terimakasih ya.”

Penjahit: “Sama-sama, Mbak.”

5 Contoh Pola Penyajian Teks Negosiasi Berbentuk Cerita Pendek dan Cara Membuatnya

2. Contoh Teks Negosiasi Jasa Bank

Negosiasi Peminjaman Uang di Bank

Orientasi

Pegawai Bank: “Hallo Bapak, selamat pagi!”

Nasabah: “Pagi, Mbak.”

Pengajuan

Pegawai Bank: “Ada yang bisa dibantu, Pak?”

Nasabah: “Mau ngajuin pinjaman uang, Mbak!”

Pegawai Bank: “Oh iya, Bapak. Kalau boleh tahu untuk apa?”

Nasabah: “Modal usaha, Mbak. Bisa nggak, ya?”

Pegawai Bank: “Bisa, Pak.”

Penawaran

Pegawai Bank: “Kalau boleh tahu, mau usaha apa, Pak?”

Nasabah: “Ini mbak, ternak ikan koi.”

Pegawai Bank: “Kebetulan sekali kami memiliki beberapa jenis pinjaman dana, tapi yang cocok dengan kebutuhan Bapak ada dua.”

Nasabah: “Adanya yang bagaimana, Mbak?”

Pegawai Bank: “Pinjaman khusus untuk UMKM dan pinjaman khusus usaha peternakan dan perikanan. Pilihan kedua ini produk baru, Pak. Tapi dijamin tidak memberatkan nasabah.”

Nasabah: “Bagus yang mana, Mbak?”

Pegawai Bank: “Dua-duanya bagus kok, Pak. Bedanya cuma besaran uang yang bisa dipinjam.”

Pegawai Bank: “Kalau untuk UMKM bisa dapat pinjaman Rp5.000.000,- sedangkan peternakan dan perikanan bisa dapat pinjaman sebanyak Rp10.000.000,-. Bunganya 2,5% saja, Pak.”

Nasabah: “Banyak yang kedua ya, Mbak. Syarat-syaratnya apa, Mbak?”

Pegawai Bank: “Syaratnya BPKB kendaraan bermotor, Pak. Nanti kualifikasi kendaraannya bisa dibicarakan lagi.”

Nasabah: “Selain BPKB apa nggak bisa ya, Mbak?”

Pegawai Bank: “Untuk saat ini belum bisa, Bapak.”

Nasabah: “Kalau begitu, untuk pinjaman dana peternakan dan perikanan batas waktu cicilannya berapa bulan, Mbak?”

Pegawai Bank: “Batas cicilan untuk pinjaman tersebut 12 bulan, Pak.”

Nasabah: “Wah, cukup lama, ya.”

Pegawai Bank: “Iya, Pak. Jadi, mau mengajukan pinjaman yang mana?”

Nasabah: “Ya yang itu saja, Mbak.”

Pegawai Bank: “Untuk peternakan dan perikanan ya, Pak?”

Nasabah: “Iya.”

Persetujuan

Pegawai Bank: “Apakah Bapak sudah yakin memilih pinjaman tersebut?”

Nasabah: “Yakin, Mbak!”

Pegawai Bank: “Sudah membawa persyaratannya?”

Nasabah: “Sebentar Mbak, masih dibawa anak saya mau ke sini.”

Pegawai Bank: “Baik kalau begitu, silahkan tunggu di kursi tunggu saja ya, Pak!”

Penutup

Nasabah: “Siap, Mbak! Terimakasih.”

Pegawai Bank: “Sama-sama, Pak.”

Halaman:

Advertisement