<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
    xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
    xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
    xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
    xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
    xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
    xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
    xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/">
<channel>
    <title>Blog Mamikos</title>
    <atom:link href="https://mamikos.com/info/tag/uang-pesangon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
    <link>https://mamikos.com/info/tag/uang-pesangon/</link>
    <description>Info Anak Kos</description>
    <lastBuildDate>Thu, 09 Apr 2026 09:57:45 +0000</lastBuildDate>
    <language>en-us</language>
    <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
    <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
    <generator>https://wordpress.org/?v=6.4.7</generator>

<image>
	<url>https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/05/cropped-story-mami-blog-32x32.png</url>
	<title>- Blog Mamikos</title>
	<link>https://mamikos.com/info/tag/uang-pesangon/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
                    <item>
            <title>Catat! Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK Sesuai Peraturan Terbaru</title>
            <category>Tips Kerja</category>
            <link>https://mamikos.com/info/catat-cara-perhitungan-pesangon-karyawan-phk-sesuai-peraturan-terbaru/</link>
            <pubDate>Wed, 01 Apr 2020 07:46:31 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Bella Carla</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/catat-cara-perhitungan-pesangon-karyawan-phk-sesuai-peraturan-terbaru/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK – Terkadang, perusahaan terpaksa mengambil langkah ekstrem untuk mengurangi pekerja dengan cara melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena situasi bisnis yang tidak menentu. Di sisi lain, ada pula karyawan yang memiliki inisiatif sendiri untuk berhenti dengan cara memundurkan diri. Meskipun hubungan kerja telah berakhir, namun ternyata masih ada pembayaran kompensasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/catat-cara-perhitungan-pesangon-karyawan-phk-sesuai-peraturan-terbaru/">Catat! Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK Sesuai Peraturan Terbaru</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container"><p>Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK – Terkadang, perusahaan terpaksa mengambil langkah ekstrem untuk mengurangi pekerja dengan cara melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena situasi bisnis yang tidak menentu. Di sisi lain, ada pula karyawan yang memiliki inisiatif sendiri untuk berhenti dengan cara memundurkan diri. Meskipun hubungan kerja telah berakhir, namun ternyata masih ada pembayaran kompensasi yang wajib diperhatikan oleh perusahaan. Kewajiban ini kerap disebut dengan istilah pesangon. Nah, kira-kira bagaimana sih cara perhitungan pesangon karyawan PHK sesuai peraturan terbaru? Simak infonya di bawah ini ya.</p>
<h2>Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK Sesuai Peraturan</h2>
<div id="attachment_27506" style="width: 2010px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-27506" class="wp-image-27506 size-full" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon.jpg" alt="Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK " width="2000" height="900" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon.jpg 2000w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon-500x225.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon-768x346.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon-1024x461.jpg 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon-370x167.jpg 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2020/04/Pesangon-760x342.jpg 760w" sizes="(max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /><p id="caption-attachment-27506" class="wp-caption-text">klikpajak.id</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekilas, pemberian pesangon karyawan memang terlihat simple dan mudah. Namun pada praktiknya, masih banyak kesalahpahaman yang terjadi antara perusahaan dan karyawan. Buktinya hingga saat ini masih ada karyawan-karyawan yang melakukan demonstrasi terkait pesangon setelah mereka mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau mengundurkan diri. Agar terhindar dari kesalahpahaman, berikut Mamikos berikan gambaran umum seputar pesangon karyawan PHK beserta cara perhitungannya menurut peraturan yang berlaku saat ini.</p>
<h2>Apa Itu Pesangon?</h2>
<p>Beberapa dari kamu mungkin sudah paham kalau dalam rangka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), maka perusahaan yang bijak wajib membayar kompensasi kepada setiap karyawannya. Kompensasi ini lebih familiar disebut dengan pesangon. Nah, arti kata pesangon sendiri merupakan uang yang dibayarkan oleh pemberi kerja kepada pegawai dengan nama dan dalam bentuk apapun sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadi pemutusan hubungan kerja termasuk uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Semua hak yang diterima pegawai terkait dengan perolehan uang pesangon telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Sehingga, pegawai pun tidak perlu khawatir lagi tidak mendapatkan uang pesangon dari perusahaan jika terjadi pemutusan hubungan kerja. Selain uang pesangon, karyawan yang di PHK oleh perusahaan juga memiliki hak untuk mendapatkan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK), serta Uang Penggantian Hak (UPH).</p>
<h2>Undang-Undang yang Mengatur Perhitungan Pesangon</h2>
<p>Ketentuan pemberian uang pesangon oleh pengusaha kepada karyawannya sehubungan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penghargaan masa kerja maupun uang penggantian hak diatur dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (1) tentang Ketenagakerjaaan yang berbunyi: “Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.” Selanjutnya, segala hal yang berhubungan dengan Pemutusan Kerja dapat kamu pelajari dalam BAB XII Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang Pemutusan Hubungan Kerja. Perlu diketahui juga, yang dimaksud dengan pengusaha yang memiliki kewajiban untuk memberikan pesangon kepada karyawan/buruh apabila terjadi pemutusan kerja sebagaimana yang termuat dalam UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 150 adalah siapa saja (swasta atau milik negara, perseorangan atau berbentuk badan, berbadan hukum atau tidak) yang mempunyai pengurus serta mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.</p>
    <div class="sugested-post" data-permalink="https://mamikos.com/info/contoh-slip-gaji-karyawan/">
        <a href="https://mamikos.com/info/contoh-slip-gaji-karyawan/" class="sugested-post__wrapper">
            <div class="sugested-post__image">
                <img decoding="async" src="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-500x331.jpg" alt="13 Contoh Slip Gaji Karyawan Perusahaan Hingga PNS, Download Lengkap!" />
            </div>
            <div class="sugested-post__meta">
                <p class="sugested-post__subtitle">Baca Juga :</p>
                <p class="sugested-post__title">13 Contoh Slip Gaji Karyawan Perusahaan Hingga PNS, Download Lengkap!</p>
            </div>
        </a>
    </div>
<h2>Cara Perhitungan Pesangon Karyawan Berdasarkan Jenisnya</h2>
<p>Ketika kita menentukan perhitungan pesangon seseorang, maka harus dibedakan berdasarkan jenis PHK-nya terlebih dahulu. Jenis PHK ini terbagi menjadi pesangon akibat pemutusan hubungan kerja karena pensiun, mengundurkan diri, atau karena alasan lainnya. Jika menilik dari UU yang berlaku, maka terbagi menjadi 3 jenis pesangon yang dimaksud, di antaranya ada Uang Pesangon (UP), Uang Penggantian Hak (UPH), dan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK). Ketiga poin ini merupakan uang yang wajib dibayarkan oleh perusahaan setelah adanya pemutusan hubungan pekerjaan dan mutlak menjadi hak pekerja untuk menerimanya. Jika pada saat prosesnya terjadi kejanggalan, maka karyawan berhak untuk mendiskusikannya ke Dinas Tenaga Kerja setempat agar mendapatkan penyelesaian atau solusi yang pasti.</p>
<p>Nah sekarang, mari simak rincian besaran ketiga kategori uang pesangon berdasarkan peraturan yang berlaku tersebut.</p>
<h3>1. Uang Pesangon (UP)</h3>
<p>Uang pesangon yang dimaksud disini adalah jumlah gaji pokok setelah ditambah dengan tunjangan tetap. Perlu diketahui bahwa tunjangan tetap bisa berbeda-beda pada suatu perusahaan. Kadang kita bingung mengenai istilah tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Contoh dari tunjangan tetap bisa seperti tunjangan transport, kesehatan dan lain sebagainya. Intinya tunjangan tetap akan selalu dihitung dan dibayarkan meskipun kamu sedang berhalangan hadir ke kantor/perusahaan.<br />
Besarnya uang pesangon karyawan yang wajib kamu berikan juga telah ditentukan oleh Pasal 156 Ayat (2) Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, dengan ketentuan sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Masa kerja &lt; 1 tahun = 1 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 1 tahun/ lebih tetapi kurang dari 2 tahun = 2 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 2 tahun/lebih tetapi kurang dari 3 tahun = 3 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 3 tahun/ lebih tetapi kurang dari 4 tahun = 4 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 5 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 5 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 7 tahun = 6 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 7 tahun/lebih tetapi kurang dari 8 tahun= 7 bulan upah;</li>
<li>Masa kerja 8 tahun/lebih = 9 bulan upah.</li>
</ul>
<h3>2. Uang Penggantian Hak (UPH)</h3>
<p>Setelah adanya pemutusan hubungan kerja, mantan karyawan sebuah perusahaan juga memiliki hak atas uang penggantian hak. Dalam hal ini, sudah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (4). Berikut ini uang pengganti hak yang semestinya diterima oleh mantan karyawan berdasarkan peraturan yang berlaku:</p>
<ul>
<li>Cuti tahunan yang belum sempat diambil dan belum gugur.</li>
<li>Biaya transportasi pekerja termasuk keluarga ke tempat di mana mantan karyawan tersebut diterima bekerja. Uang yang dimaksud biasanya diberikan saat pekerja ditugaskan ke daerah lain yang jauh dan sulit dijangkau. Perusahaan harus memberikan uang ganti transportasi tersebut.</li>
<li>Biaya penggantian perumahan, pengobatan, perawatan yang sudah ditetapkan, yakni sebesar 15% dari uang pesangon atau uang penghargaan masa kerja (UPMK) jika memenuhi syarat.</li>
<li>Hal lainnya yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama saat pertama kali Anda bergabung dengan perusahaan terkait.</li>
</ul>
<h3>3. Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)</h3>
<p>Tidak sekadar gaji bulanan dan tunjangan saja, sebagai pekerja kamu juga memiliki hak untuk mendapatkan penghargaan atas apa yang dikerjakan. Hal ini mengacu pada UU Ketenagakerjaan Pasal 156 Ayat (3). Adapun besaran perhitungannya adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Masa kerja 3 tahun/lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 2 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 6 tahun/lebih tetapi kurang dari 9 tahun = 3 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 9 tahun/lebih tetapi kurang dari 12 tahun = 4 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 12 tahun/lebih tetapi kurang dari 15 tahun = 5 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 15 tahun/lebih tetapi kurang dari 18 tahun = 6 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 18 tahun/lebih tetapi kurang dari 21 tahun = 7 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 21 tahun/lebih tetapi kurang dari 24 tahun = 8 bulan upah</li>
<li>Masa kerja 24 tahun atau lebih = 10 bulan upah</li>
</ul>
<h2>Besaran Biaya PPh Pasal 21 untuk Uang Pesangon</h2>
<p>Seperti yang sudah diketahui, pesangon merupakan uang yang diberikan pemberi kerja kepada pegawai sehubungan dengan berakhirnya masa kerja atau terjadinya PHK. Nah, nantinya dana pesangon ini akan dikenakan PPh Pasal 21. Besaran pajak yang ditentukan pada dasarnya sudah tercantum dalam UU terkait. Oleh karena itu, perusahaan hanya tinggal merujuk pada peraturan tersebut karena pada UU terkait pun telah dicantumkan prosedur pembayarannya. Karena pengenaan PPh Pasal 21 ini bersifat progresif, maka jumlah yang ditetapkan berdasarkan pengurangan batas penghasilan tertentu degan tarif sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Penghasilan bruto s.d Rp50.000.000 dikenakan tarif pajak 0%.</li>
<li>Penghasilan bruto Rp50.000.000 &#8211; Rp100.000.000 dikenakan tarif pajak 5%.</li>
<li>Penghasilan bruto lebih dari Rp100.000.000 – Rp500.000.000 dikenakan tarif pajak 15%.</li>
<li>Penghasilan bruto lebih dari Rp500.000.000 dikenakan tarif pajak 25%.</li>
</ul>
<h2>Contoh Perhitungan Pesangon Karyawan PHK</h2>
<p>Selama bekerja di PT. Keluarga Kita, Bastian mendapatkan gaji pokok beserta tunjangan sebesar Rp10.000.000. Setelah 3 tahun 6 bulan masa kerjanya, Bastian pun terpaksa di PHK karena situasi perusahaan yang sudah ada perubahan kepemilikan. Kira-kira berapa kewajiban yang harus dibayarkan perusahaan kepada Bastian? Nah, untuk perhitungan pesangon yang berhak diterima Bastian adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Uang Pesangon (UP) dan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK)</strong><br />
Uang Pesangon (UP) = 4 x 2 = 8 x 10.000.000 = 80.000.000<br />
Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) 2 kali Upah = 2 x 10.000.000 = 20.000.000<br />
Uang Pesangon (UP) + Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK) = 90.000.000</li>
<li><strong>Uang Penggantian Hak (UPH)</strong><br />
Uang pengobatan dan perumahan sebesar 15% dari total Uang Pesangon (UP) dan Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK).<br />
Uang pengobatan &amp; perumahan = (80.000.000 + 10.000.000) x 15%<br />
= 90.000.000 x 15% = 13.500.000</li>
</ul>
<p>Jadi, total uang yang wajib diterima oleh Bastian adalah UP + UPMK + UPH. Untuk total keseluruhan uang yang diterima Bastian:<br />
= 80.000.000 (UP) + 20.000.000 (UPMK) + 13.500.000 (UPH)<br />
<strong>= 113.500.000</strong></p>
<p>Ketentuan lain yang perlu dicatat adalah alasan PHK seseorang, sebab hal ini berpengaruh pada besaran uang pesangon yang menjadi hak karyawan. Perusahaan wajib memberikan uang pesangon sebesar 2x (dua kali) lipat dari ketentuan yang tercantum pada tabel, apabila:</p>
<ul>
<li>Perusahaan mengalami merger, akuisisi, perubahan status, atau perubahan kepemilikan, dan perusahaan menolak untuk melanjutkan hubungan kerja dengan karyawan;</li>
<li>Perusahaan melakukan PHK dengan alasan efisiensi;</li>
<li>Karyawan meninggal dunia (kewajiban perusahaan dibayarkan kepada ahli waris);</li>
<li>Karyawan pensiun, dan perusahaan tidak pernah mengikutkan karyawan dalam program dana pensiun;</li>
<li>Permohonan PHK diajukan oleh karyawan kepada lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial, dan dikabulkan.</li>
<li>PHK yang diajukan karyawan karena sakit berkepanjangan, cacat akibat kecelakaan kerja, dan tidak dapat melakukan pekerjaannya setelah melampaui 12 bulan.</li>
</ul>
<p>Dalam contoh sebelumnya, jika Bastian mengalami Pemutusan Hubungan Kerja karena kondisi perusahaan yang sudah ada perubahan kepemilikan maka uang pesangon Bastian yang wajib diterima menjadi 2x lipat jumlahnya, yaitu:<br />
= 2 x Uang Pesangon (UP)<br />
= 2 x 80.000.000<br />
= 160.000.000</p>
<p>Jadi, total kewajiban perusahaan PT. Keluarga Kita kepada Bastian menjadi:<br />
= 160.000.000 (UP) + 20.000.000 (UPMK) + 13.500.000 (UPH)<br />
<strong>= 193.500.000</strong></p>
<p>Di atas tadi Mamikos sudah memberikan sedikit informasi seputar cara perhitungan pesangon karyawan PHK sesuai peraturan terbaru. Nah, dikarenakan masalah pesangon ini sangat sensitif dan riskan bagi perusahaan maka perusahaan harus memiliki perhitungan yang cermat ya. Hal ini diupayakan untuk menghindari kesalahan yang bisa menyebabkan konflik antara pegawai dan perusahaan. Jangan lupa untuk download dan install aplikasi Mamikos di ponsel kamu jika kamu membutuhkan membutuhkan informasi seputar sewa properti seperti kost-kostan hingga rumah kontrakan. Di aplikasi Mamikos ini kamu bisa mendapatkan akses yang lebih praktis lagi untuk menemukan seluruh informasi sewa properti yang diinginkan.</p>
<p>Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idaman mu:</p>
<ul>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ui-depok-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UI Depok</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unindra-gedong-murah" target="_blank" rel="noopener">Kost dekat kampus UNINDRA Jakarta Selatan</a></strong></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-undip-semarang-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNDIP Semarang</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ugm-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UGM Yogyakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uny-jogja-murah"><strong>Kost dekat kampus UNY Yogyakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-umy-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UMY Yogyakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus ITB Bandung</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus ITS Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-atma-jaya-jakarta-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus Atma Jaya Jakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unj-jakarta-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNJ Jakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-ubaya-universitas-surabaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UBAYA Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unpad-dipatiukur-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNPAD Dipatiukur</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-stan-jakarta-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus STAN Jakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-itb-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus IPB Bogor</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-upi-bandung-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UPI Bandung</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jakarta-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UIN Jakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-jogja-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UIN Yogyakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unair-surabaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNAIR Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-its-surabaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus ITS Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unesa-surabaya-murah?utm_campaign=BlogInfoMamikosUNESA&amp;utm_source=BlogInfoMamikosUNESA&amp;utm_medium=BlogInfoMamikosUNESA&amp;utm_term=BlogInfoMamikosUNESA" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNESA Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uin-surabaya-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UIN Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-unhas-makassar-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus UNHAS Makassar</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-uki-paulus-makassar-murah" target="_blank" rel="noopener">Kost dekat kampus UKI Paulus Makassar</a></strong></li>
<li><strong><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-universitas-muhammadiyah-makassar-murah" target="_blank" rel="noopener">Kost dekat kampus Universitas Muhammadiyah Makassar</a></strong></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-universitas-fajar-makassar-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus Universitas Fajar Makassar</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/kost/kost-dekat-stmik-dipanegara-makassar-murah" target="_blank" rel="noopener"><strong>Kost dekat kampus STMIK Dipanegara Makassar</strong></a></li>
<li><strong><a href="https://mamikos.com/" target="_blank" rel="noopener">Kost dekat kampus lainnya…</a></strong></li>
</ul>
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<p><a href="https://mamikos.com/app" target="_blank" rel="noopener"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-18838 shareaholic-media-target-hover-state" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog.jpg" alt="" width="924" height="170" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog.jpg 1261w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-500x92.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-768x141.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-1024x188.jpg 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-640x118.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-370x68.jpg 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-760x140.jpg 760w" sizes="(max-width: 924px) 100vw, 924px" /></a></p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/catat-cara-perhitungan-pesangon-karyawan-phk-sesuai-peraturan-terbaru/">Catat! Cara Perhitungan Pesangon Karyawan PHK Sesuai Peraturan Terbaru</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2018/04/uang.jpg" length="36352" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2018/04/uang-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
                    <item>
            <title>Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan</title>
            <category>Tips Kerja</category>
            <link>https://mamikos.com/info/cara-hitungan-uang-pesangon-karyawan/</link>
            <pubDate>Tue, 24 Sep 2019 03:15:49 +0000</pubDate>
            <dc:creator>Mamikos</dc:creator>
            <guid>https://mamikos.com/info/cara-hitungan-uang-pesangon-karyawan/</guid>
            <description><![CDATA[<p>Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan &#8211; Beberapa dari kamu tentu telah mengerti bila seseorang yang menjadi karyawan dan masa kerjanya telah berakhir atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), maka pihak perusahaan wajib memberikan sejumlah uang atau yang juga biasa disebut sebagai pesangon karyawan. Nah, pesangon karyawan tidak serta merta diberikan begitu saja, karena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://mamikos.com/info/cara-hitungan-uang-pesangon-karyawan/">Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></description>
            <content:encoded><![CDATA[<div class="wprt-container"><p>Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan &#8211; Beberapa dari kamu tentu telah mengerti bila seseorang yang menjadi karyawan dan masa kerjanya telah berakhir atau terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), maka pihak perusahaan wajib memberikan sejumlah uang atau yang juga biasa disebut sebagai pesangon karyawan. Nah, pesangon karyawan tidak serta merta diberikan begitu saja, karena ada perhitungannya. Berikut adalah cara menghitung pesangon atau cara menghitung uang pensiun karyawan swasta serta pesangon karyawan kontrak.</p>
<h2 style="text-align: center;">Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan</h2>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-18777" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/job-interview.jpg" alt="" width="1697" height="1131" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview.jpg 1697w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-500x333.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-768x512.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-1024x682.jpg 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-640x427.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-370x247.jpg 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-760x507.jpg 760w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-272x182.jpg 272w" sizes="(max-width: 1697px) 100vw, 1697px" /></p>
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<div class="wprt-container bg-even-rows">
<h2 style="text-align: left;">1. Penghitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan</h2>
<p>Kebijakan tentang pemberian uang pesangon karyawan oleh perusahaan telah diatur dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 Pasal 156 Ayat (1) tentang Ketenagakerjaan yang berbunyi:</p>
<p>“Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK), pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.“</p>
<h2>2. Perbedaan pesangon karyawan yang resign dan pesangon PHK</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-18778" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work.png" alt="" width="1147" height="757" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work.png 1147w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-500x330.png 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-768x507.png 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-1024x676.png 1024w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-640x422.png 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-370x244.png 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/you-best-interview-tips-The-Way-Women-Work-760x502.png 760w" sizes="(max-width: 1147px) 100vw, 1147px" /></p>
<h3>a. Bagi karyawan yang di-PHK</h3>
<p>Bagi karyawan yang di-PHK, perhitungan pesangon PHK diatur dalam Pasal 156 ayat (2). Sedangkan untuk uang penghargaan masa kerja diatur lebih lanjut pada Pasal 156 ayat (3). Terakhir, Pasal 156 ayat (4) mengatur tentang uang penggantian hak. Uang penggantian ini terdiri dari hak cuti karyawan yang belum diambil, ongkos pulang karyawan, dan penggantian uang perumahan dan perawatan.</p>
<h3>b. Bagi karyawan yang resign</h3>
<p>Bagi karyawan yang resign, sebenarnya bagi karyawan yang mengundurkan diri (resign) tidak ada pesangon dari perusahaan. Hal ini diatur dalam Pasal 162 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Ketenagakerjaan. Karyawan hanya akan mendapat uang penggantian hak dan uang pisah saja. Bukan pesangon seperti pada hak karyawan yang di PHK.</p>
<h2>3. Jenis-Jenis Pesangon</h2>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-18775" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law.jpg" alt="" width="1000" height="662" srcset="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law.jpg 1000w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-300x200.jpg 300w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-500x331.jpg 500w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-768x508.jpg 768w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-640x424.jpg 640w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-370x245.jpg 370w, https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/payslip-law-760x503.jpg 760w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<p>Berdasarkan Pasal 156 Ayat (1) Undang-undang No. 13 Tahun 2003 yang telah dijabarkan di atas, ada tiga jenis pemberian uang kepada karyawan. Ada yang disebut dengan uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak. Tiga jenis pemberian uang tersebut wajib diberikan kepada karyawan yang mengalami PHK.</p>
<h3>a. Uang pesangon</h3>
<p>Besarnya uang pesangon karyawan yang wajib Anda berikan juga telah ditentukan oleh Pasal 156 Ayat (2) Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, yakni sebagai berikut:</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Masa Kerja</strong></td>
<td><strong>Besaran Upah</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>&lt; 1 Tahun</td>
<td>1 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>1 – 2 Tahun</td>
<td>2 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>2 – 3 Tahun</td>
<td>3 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>3 – 4 Tahun</td>
<td>4 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>4 – 5 Tahun</td>
<td>5 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>5 – 6 Tahun</td>
<td>6 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>6 – 7 Tahun</td>
<td>7 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>7 – 8 Tahun</td>
<td>8 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>&gt; 8 Tahun</td>
<td>9 x Upah per Bulan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Dalam hal ini, upah adalah jumlah gaji pokok ditambah tunjangan tetap, contohnya seperti tunjangan makan, transportasi, dan kesehatan. Namun, perlu diketahui bahwa setiap perusahaan memiliki jumlah tunjangan tetap yang berbeda.</p>
<h3>b. Uang Penghargaan Masa Kerja</h3>
<p>Apabila seorang karyawan telah bekerja minimal tiga tahun di perusahaan, lalu ia terkena PHK, maka perusahaan wajib memberikan uang penghargaan masa kerja (UPMK) sebagai bentuk penghargaan. Jumlahnya telah ditentukan dalam Pasal 156 Ayat (3) Undang-undang Ketenagakerjaan.</p>
<table>
<tbody>
<tr>
<td><strong>Masa Kerja</strong></td>
<td><strong>Besaran Upah</strong></td>
</tr>
<tr>
<td>3 – 6 Tahun</td>
<td>2 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>6 – 9 Tahun</td>
<td>3 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>9 – 12 Tahun</td>
<td>4 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>12 – 15 Tahun</td>
<td>5 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>15 – 18 Tahun</td>
<td>6 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>18 – 21 Tahun</td>
<td>7 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>21 – 24 Tahun</td>
<td>8 x Upah per Bulan</td>
</tr>
<tr>
<td>&gt; 24 Tahun</td>
<td>10 x Upah per Bulan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<h3>c. Uang Penggantian Hak</h3>
<p>Menurut Pasal 156 Ayat (4) Undang-undang Ketenagakerjaan, ada beberapa jenis uang penggantian hak yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawan jika karyawan tersebut kena PHK, yaitu:</p>
<ul>
<li>Cuti tahunan yang belum sempat diambil atau belum gugur</li>
<li>Biaya transportasi pekerja ke tempat ia bekerja (biasanya diberikan saat karyawan ditugaskan ke daerah lain yang cukup sulit dijangkau)</li>
<li>Biaya penggantian perumahan serta pengobatan perawatan yang ditetapkan 15% dari uang pesangon dan/atau UPMK bagi yang memenuhi syarat</li>
<li>Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja dan peraturan perusahaan.</li>
</ul>
<p>Itulah cara menghitung pesangon karyawan sesuai kebijakan pemerintah. Sekilas, pemberian pesangon karyawan memang terlihat sederhana. Namun, pada prakteknya, masih banyak kesalahpahaman yang terjadi antara perusahaan dan karyawan. Oleh karena itu, pihak perusahaan perlu mempelajari kembali undang-undang yang berlaku agar terhindar dari kesalahpahaman tersebut.</p>
<p>[irp posts=&#8221;18905&#8243; name=&#8221;5 Perbedaan Serta Contoh Kerja Keras Dan Kerja Cerdas&#8221;]</p>
<p>[irp posts=&#8221;18893&#8243; name=&#8221;Kenali Jenis Tunjangan, Kompensasi Dan Insentif Kerja&#8221;]</p>
<p>[irp posts=&#8221;18912&#8243; name=&#8221;4 Cara Untuk Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Terbaru&#8221;]</p>
<p>Klik dan dapatkan lowongan kerja idamanmu:</p>
<ul>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-dki-jakarta" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Jakarta</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-bandung" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Bandung</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-surabaya" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Surabaya</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-jogja" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Jogja</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-semarang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Semarang</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-malang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Malang</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-tangerang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Tangerang</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-palembang" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Palembang</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-makassar" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Makassar</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-medan" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Medan</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-lampung" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Lampung</strong></a></li>
<li><a href="https://mamikos.com/loker/1/lowongan-kerja-pekanbaru" target="_blank" rel="noopener"><strong>Lowongan Kerja Pekanbaru</strong></a></li>
</ul>
<p><a href="https://mamikos.com/?utm_campaign=BannerBlogInfoMamikos&amp;utm_source=BannerBlogInfoMamikos&amp;utm_medium=Banner&amp;utm_term=BannerBlogInfoMamikos" target="_blank" rel="noopener"><img loading="lazy" decoding="async" class="shareaholic-media-target-hover-state aligncenter wp-image-18837 size-full" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog.jpg" sizes="(max-width: 924px) 100vw, 924px" srcset="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog.jpg 924w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog-500x173.jpg 500w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog-768x265.jpg 768w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog-640x221.jpg 640w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog-370x128.jpg 370w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mamikos-Banner-Blog-760x262.jpg 760w" alt="" width="924" height="319" /></a></p>
<p><a href="https://mamikos.com/app" target="_blank" rel="noopener"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-18838 shareaholic-media-target-hover-state" title="5 Perbedaan Serta Contoh Kerja Keras Dan Kerja Cerdas" src="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog.jpg" sizes="(max-width: 924px) 100vw, 924px" srcset="https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog.jpg 1261w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-500x92.jpg 500w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-768x141.jpg 768w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-1024x188.jpg 1024w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-640x118.jpg 640w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-370x68.jpg 370w, https://mamikos.com/info/wp-content/uploads/2019/09/Mmaikos-Banner-App-Blog-760x140.jpg 760w" alt="5 Perbedaan Serta Contoh Kerja Keras Dan Kerja Cerdas" width="924" height="170" /></a></p>
</div>
</div>
</div><p>The post <a href="https://mamikos.com/info/cara-hitungan-uang-pesangon-karyawan/">Cara Hitungan Uang Pesangon Karyawan Sesuai UU Ketenagakerjaan</a> appeared first on <a href="https://mamikos.com/info">Blog Mamikos</a>.</p>
]]></content:encoded>
                        <enclosure url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview.jpg" length="1024526" type="image/jpg" />
<media:thumbnail url="https://blog-static.mamikos.com/wp-content/uploads/2019/09/job-interview-300x200.jpg" width="300" height="200" />
        </item>
    </channel>
</rss>