7 Contoh Kalimat Pengajuan dan Penawaran dalam Teks Negosiasi yang Benar
Pahami contoh kalimat pengajuan dan penawaran dalam teks negosiasi yang singkat. Keduanya punya perbedaan yang jelas. Selengkapnya di sini.
Mencari contoh kalimat pengajuan dan penawaran dalam teks negosiasi yang benar? Tepat sekali, karena artikel ini akan membahas tuntas kedua hal itu.
Pengajuan dan penawaran sendiri merupakan bagian dari struktur teks negosiasi. Tanpa keduanya, teks negosiasi menjadi kurang padu. Kedua komponen tersebut memegang peranan penting.
Sebagaimana dasarnya, negosiasi adalah proses tawar-menawar yang dimulai dari mengajukan suatu kesepakatan. Namun sebelum itu, mari ketahui dulu pengertian dan struktur teks negosiasi di bawah. ✨📝🔎
Daftar Isi
Contoh Kalimat Pengajuan dan Penawaran dalam Teks Negosiasi

Untuk memahami di mana letak kalimat pengajuan dan penawaran dalam teks negosiasi, berikut adalah beberapa contoh lengkapnya:
1. Teks Negosiasi Membeli Rambutan
Orientasi
Musim rambutan telah tiba dan banyak pedagang yang menjual buah tersebut dengan harga miring, Melihat rambutan yang masih segar, Alisa tertarik untuk membelinya.
Ia mau membeli banyak untuk dijual kembali di warungnya. Akhirnya, Alisa berhenti di salah satu pedagang rambutan dan mulailah negosiasi dengan pedagang.
Pengajuan
Alisa: “Berapa harga satu ikat rambutan?”
Pedagang: “Murah, kak. Cuma Rp10 ribu per ikat.”
Penawaran
Alisa: “Rp8 ribu kali pak, mumpung lagi musim rambutan.”
Pedagang: “Kalau beli banyak baru boleh lebih murah.”
Alisa: “Saya mau 10 ikat, jadi Rp80 ribu ya pak?”
Pedagang: “Waduh, saya tidak dapat untung nanti. Tambahin lagi coba.”
Alisa: “Rp90 ribu buat 10 ikat, baru saya mau.”
Persetujuan
Pedagang: “Iya deh, khusus buat kakak boleh Rp90 ribu.”
Alisa: “Oke, saya pilih dulu yang bagus-bagus.”
Alisa: (memasukkan 10 ikat rambutan ke dalam kantung plastik)
Penutup
Pedagang: “Terima kasih atas pembeliannya.”
Alisa: “Sama-sama.”
2. Teks Negosiasi Singkat
Laptop lama Indra rusak, sekarang ia kesulitan mengerjakan tugas sekolah. Orang tua Indra berjanji untuk membelikan laptop baru pada hari ulang tahunnya dan ia pun menagihnya.
Orientasi
Indra: “Ayah, Ibu, hari ini aku ulang tahun. Masih ingat dengan janji kalau aku akan dibelikan laptop baru?”
Ayah: “Tentu saja Ayah dan Ibu masing ingat dengan janji tersebut.”
Ibu: “Ibu baru saja mau membicarakannya sama kamu.”
Indra: “Syukurlah, ayo kita berangkat ke toko laptop sekarang.”
Pengajuan
Indra: “Mas, apakah ada laptop yang harganya di bawah Rp5 juta?”
Penjual: “Ada, mau merek apa? Kami punya Samsang, Tell dan Lenova.”
Ayah: “Merek Lenova berapa harganya?”
Penjual: “Untuk laptop seri yang terbaru harganya Rp4.500.000.”
Penawaran
Ibu: “Wah, mahal sekali. Di toko lain harganya Rp4.000.000 untuk model yang sama.”
Penjual: “Kami memastikan kalau perangkat dan seluruh bagian dari laptop kami asli. Laptop ini bukan bekas.”
Indra: “Apa saja kelebihan laptop ini?”
Penjual: “Memori laptopnya 1000 GB, 8 GB RAM dan prosesor i3.”
Indra: “Boleh lebih murah tidak harganya? Apalagi prosesornya masih i3.”
Penjual: “Semua harga laptop di sini sudah harga mati. Tetapi kebetulan ada promo menarik untuk laptop Lenova.”
Ayah: “Promo seperti apa?”
Penjual: “Kalau Anda membelinya secara cash, maka ada potongan diskon seharga Rp100.000. Berarti Anda hanya bayar Rp4.400.000.”
Persetujuan
Ibu: “Penawaran yang menarik, ya sudah kita ambil laptop itu.”
Penjual: “Baik, saya ambilkan dulu stok laptop yang masih baru. Sembari itu, ibu bisa mendatangi kasir untuk menyelesaikan pembayaran.”
Penutup
Penjual: (Memberikan kantung berisi laptop baru)
Penjual: “Terima kasih, semoga datang kembali.”
Indra: “Sama-sama.”
Ayah: “Jaga baik-baik laptopnya, jangan sampai rusak lagi.”
Indra: “Iya. Terima kasih Ayah dan Ibu.”
3. Contoh Kalimat Pengajuan dan Penawaran dalam Teks Negosiasi Guru dan Siswa
Orientasi
Guru: “Baik anak-anak, untuk tugas minggu ini tolong kerjakan soal latihan nomor 1-50.”
Julia: “Dikumpulkannya hari apa bu?”
Guru: “Dua hari dari sekarang, berarti hari Kamis. Saya mau semuanya mengumpulkannya tepat waktu dan tidak asal-asalan.”
Pengajuan
Julia: “Mohon maaf bu, saya selaku perwakilan kelas mau bertanya. Apakah waktu pengumpulannya boleh diundur menjadi hari Jum’at bu?”
Penawaran
Guru: “Memangnya kenapa? Waktu yang ibu berikan sudah cukup lama untuk mengerjakan tugas yang mudah tersebut.”
Julia: “Kebetulan hari Kamis kami ada ulangan harian pelajaran Matematika, takutnya kami tidak sempat mengerjakan tugas ibu karena harus fokus ulangan juga bu.”
Guru: “Pasti bisa, soalnya tugas yang ibu berikan sedikit. Satu hari pasti selesai.”
Julia: “Pertanyaan-pertanyaannya cukup rumit bu, apakah ibu mau memberi keringanan waktu?”
Persetujuan
Guru: “Ya sudah, kalau memang waktunya kurang. Ibu kasih tambahan waktu 1 hari lagi. Jadi tugasnya dikumpulkan hari Kamis.”
Julia: “Baik bu, kami pasti akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.”
Penutup
Guru: “Jika anak-anak sudah puas, saya mau izin ke kelas lain. Sampai jumpa dan selamat mengerjakan tugas.”
Anak-anak: “Terima kasih ibu, sampai jumpa.”
Halaman:



